Kantin OSIS
Mei 31, 2022
Career Path Confusion
Mei 31, 2022
Show all

Semangat Ramadhan

Ramadhan yang ditunggu-tunggu telah datang dan dirayakan. Masing-masing dari kita memiliki cara berbeda untuk menyambutnya. Musim kebaikan tahunan ini memang sayang untuk dilewatkan. Bahkan Rasulullah SAW sejak awal mengadakan pembekalan untuk menyambut Ramadhan di tengah-tengah para sahabatnya. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah yang di dalamnya kamu wajib berpuasa di dalamnya, bulan dimana dibukanya pintu-pintu surga, dan pintu-pintu Neraka tertutup, dan setan-setan dibelenggu. di dalamnya ada malam yang lebih mulia dari seribu bulan. Barang siapa yang diharamkan kebaikannya, maka diharamkan (secara total)” (HR Ahmad, Nasa’i dan Baihaqi)

Ramadhan seringkali datang tiba-tiba, dan berlalu begitu cepat tanpa disadari. Ini adalah momentum paling mahal yang pernah kita miliki untuk mendapatkan imbalan. Ini mirip dengan bulan promosi besar-besaran yang ditawarkan di pusat perbelanjaan. Nilai pahala dari hadiah itu berlipat ganda, semua orang memburunya. Bagilah penghargaan bulan ini seperti kita mendapatkan ‘hadiah’ di pusat perbelanjaan. Kita diberikan kesempatan untuk mengambil semua barang belanjaan yang ada di dalamnya, namun hanya dalam beberapa saat saja. Allah SWT menjelaskannya dalam Al-Qur’an: “Berpuasa beberapa hari yang ditentukan, Tetapi barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan, maka berpuasalah dengan jumlah hari yang sama setelah Ramaḍân˺. Bagi orang-orang yang hanya dapat berpuasa dengan susah payah, kompensasi dapat dilakukan dengan memberi makan orang yang membutuhkan untuk setiap hari tidak berpuasa˺. Tetapi barang siapa yang sukarela memberi lebih, itu lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagi Anda, jika saja Anda tahu .” (Surat Al-Baqarah 184).

Kita semua, jika diberi kesempatan ‘Gratis’ seperti itu, akan langsung melompat dan berlari ke rak-rak kelontong untuk mengambil barang-barang dengan cepat, dari yang paling mahal hingga yang paling murah. Hampir tidak berhenti sampai waktunya habis. Lelah berkeringat tidak masalah. Yang ada dalam pikiran kami adalah ini adalah kesempatan yang berharga.. Sekali kecerobohan atau berhenti bisa berarti kerugian yang tak terbayangkan. Apa maksud dari kalimat di atas? Salah satu makna yang harus kita pahami dan perhatikan dengan baik adalah; bahwa Ramadhan benar-benar berbeda. Dibutuhkan interaksi, konsentrasi dan energi yang berbeda dalam menyikapinya. Jangan pernah menyamakan Ramadhan dengan sebelas bulan lainnya. Berbeda dan sangat berbeda, bahkan dimulai dari cara kita menyambutnya. Ini sama dengan bersiap-siap untuk keluar dari bisnis di hari-hari pertama.

Salah satu cara kita menyambutnya adalah dengan memahami hikmah Ramadhan. Kita boleh sesibuk apapun di bulan Ramadhan, namun tanpa menggali hikmahnya, mungkin yang tersisa saat menjelang Syawal hanyalah kelelahan fisik yang tak terkira. Saat musim mudik berakhir, mungkin hanya suara serak tilawah yang tersisa. Di sisi lain, dengan mengetahui sejuta hikmah di bulan Ramadhan, kita akan menikmati amalan ibadah di bulan Ramadhan dengan penuh apresiasi dan kekhidmatan. Ibadah Ramadhan lengkap kami jalani dengan lebih ringan karena kami memahami manfaatnya bagi kami. Dan yang lebih hebatnya lagi, meski Ramadhan telah usai, kita masih bisa merasakan hikmah dalam menjalani hari-hari berikutnya.

Oleh: Pak Muktamar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *