[:en]On December 6th 2016, my friends and I went on a 14 days trip to Hainan, China. Early morning, we gathered at Soekarno Hatta airport and said our goodbyes. I thought I made a mistake at first. I mean, the idea of being so far away from home with people I barely know scared me, but I decided to go anyways.
It was a 4 and 2 hours flight, from Jakarta to Guangzhou, then Guangzhou to Haikou.
Later at night, we finally arrived. To my surprise, it wasn’t as cold as I thought it would be. Still, I was so excited, and by then, all my worries were gone. The next day, we went to Wenchang and stayed there for a week. We visited Wenchang middle school and had classes on Chinese culture there each day. There was a clear language barrier, since they weren’t able to speak English and I wasn’t able to speak Mandarin that well. I understood very little of what they said. Luckily, we had several friends from Malaysia who were able to speak both languages. They help us translate throughout the whole trip.
Our days in Wenchang Middle School were fun. We had a glimpse into what Chinese schools are like and their culture as well. We learned a bunch of new things, from Chinese caligraphy, martial art, to a traditional dance. We later performed the dance on the closing ceremony. During our time in Wenchang, we also visited some tourist destinations, such as the space museum, etc.
The day after the closing ceremony, we moved on to Qionghai. We stayed there for a night and visited the memorial of the red detachment of women. The next day, we went to Wanning and visited the Xinglong tropical garden. We also went to a dock area and ate a bench of seafood. We stayed in Wanning for 2 nights.
Our next destination was Sanya. We stayed for two nights. We spent the first day sightseeing. The beach was truly beautiful scenery. The next day we visited Nanshan Buddhist Culture Center. We looked around and some of us prayed as well.
The day after, we continued our journey back to Haikou. Later at night, we had an evening gala. Each country gets to perform. We decided to sing 2 songs, Tanah Airku and Heal The World. It was an epic performance.
The next day was our last day sightseeing. We spent nearly the whole day in a volcanic garden. In the evening, we decided to have a look around the hotel area and spent our last night together, along with our friends from Malaysia. It was a day well spent.
We slept so late that night that the next morning, we were all really tired. We head to the airport, and hop into our planes. The trip back to Jakarta was smooth and nice and since we were all so exhausted, we slept through most of it.
Over all this winter camp has been a blast. We made so many new friends from China, Myanmar, Brunei, Malaysia, Singapore, etc. It sure is an experience I’ll never forget!
[:zh]于2016年12月6日,我与我的朋友参加了14天游到中国,海南的冬令营。一大清早,我们已经到达苏加诺-哈达国际机场了。刚开始的时候,我以为远离家人而与陌生人一起,是一种可怕的事情,但是到最后我还是决定参加本次的冬令营。需要四个小时的飞行到达广州,然后又转机飞往海口需要两个小时的飞行。
到达目的地的时候已经是晚上了.很惊讶的就是,原来这里没我想像的那么冷。因此,我就很兴奋,我所有的忧虑都消失了。隔天,我们去了文昌,在那边住了一个星期。我们参观了文昌中学,每天参与了中国文化班。语言果然是最大的障碍,因为他们都不会讲英文,我的中文也没那么流利。我只能听懂了一点。幸好,我有几位来自马来西亚的朋友,他们都能讲双种语言。在整个旅程里,他们帮助我们翻译。
在文昌中学这一段时间里,真的很有趣。我们了解了在中国上学的情况,也了解了他们的文化习俗。我们学了很多的新知识,如:中国毛笔书法,武术以及民族舞蹈。后来,我们在闭幕式表演了我们所学的民族舞蹈。在文昌的时候,我们也参观了一些旅游景点,如:空间博物馆,等等。
隔天,我们就去了琼海。我们在那边住了一个晚上,参观了红军纪念馆。隔天我们就去了万宁参观兴隆热带植物园。我们也去了码头区吃海鲜。我们在万宁住了两个晚上。
我们下一个行程就是去三亚。我们在三亚住了两个晚上。在那边的第一天,我们到处观光。三亚的海边景色果然很漂亮。隔天,我们就去了南山佛教文化中心。我们到处的观光,有的在那边祈祷。
后来,我们就要返回海口。晚上的时候,我们参加晚宴。每个国家都必须演出。我们决定演唱了两首歌曲,Tanah Airku以及Heal The World 的歌曲。果然是精彩的表演。
隔天就我们最后一天的观光时间。我们在海口雷琼世界地质公园花了一天的时间。到了晚上,我们决定在酒店周围观光,与来自马来西亚的朋友度过最后一晚。
我们玩得很晚才入睡,起床的时候觉得很累。但是我们就要马上出发到机场了。飞往雅加达的飞行很顺利,而因为我们全部都很累,所以在机上都睡着了。
此次的整个冬令营活动非常的有趣。我们与来自中国,缅甸,文莱达鲁萨兰国,马来西亚,新加坡,等等国家交了朋友。果然是令人难忘的经历!
[:id]Pada tanggal 6 Desember 2016, aku dan teman – temanku mengadakan perjalanan ke Hainan di negara Cina. Pagi-pagi sekali kami sudah berkumpul di bandara Soekarno-Hatta dan mengucapkan salam perpisahan untuk sementara. Awalnya ku pikir aku membuat suatu kekeliruan. Maksudku, ide untuk berada sangat jauh dari rumah dan orang-orang terdekat ternyata membuatku ketakutan sendiri, namun pada akhirnya aku memutuskan untuk tetap pergi. Penerbanganku menempuh waktu 4 dan 2 jam perjalanan, yaitu pertama dari Jakarta menuju Guangzhou dan selanjutnya dari Guangzhou menuju Haikou.
Saat hari berganti malam, akhirnya kami sampai. Suatu kejutan, karena ternyata disana tidak sedingin yang aku kira. Namun tetap saja, aku sangat bersemangat, dan langsung setelah itu rasa khawatirku hilang sama sekali. Pada hari berikutnya, kami berangkat menuju Wenchang dan tinggal disana selama sepekan. Di kota tersebut kami mengunjungi Wenchang Middle School dan selama sepekan berada disana, setiap hari kami mengikuti beberapa kelas pada program pengenalan budaya Cina. Terdapat halangan bahasa yang sangat kentara yang kurasakan selama berada disana, karena mereka tidak begitu bisa menggunakan bahasa Inggris dan kami pun tidak begitu mampu berkomunikasi dengan bahasa Mandarin. Aku sendiri hanya mengerti sangat sedikit yang mereka ucapkan. Untungnya, kami memiliki beberapa kawan dari Malaysia yang mahir dalam dua bahasa tersebut. Jadi selama berkegiatan, mereka membantu menerjemahkan kepada kami hal-hal apa saja yang disampaikan.
Hari – hari kami selama Wenchang Middle School sangatlah menyenangkan. Dari situ kami jadi mengerti seperti apa sekolah-sekolah di Cina dan juga kebudayaannya. Kami belajar banyak hal-hal baru terkait kebudayaan di Cina, mulai dari kaligrafi, seni bela diri, sampai dengan tari-tarian tradisional. Selain itu, kami juga menampilkan persembahan tari-tarian pada acara penutupan. Selama kunjungan kami di Wenchang, kami juga mengunjungi beberapa tempat tujuan wisata, seperti museum luar angkasa dan yang lainnya.
Pada hari penutupan acara, kami pergi ke Qionghai. Kami berada disana untuk semalam dan kesempatan tersebut kami gunakan untuk mengunjungi The Memorial of The Red Detachment of Women. Pada hari berikutnya, kami pergi ke Wanning dan mengunjungi Xinglong Tropical Garden. Kami juga pergi ke area pelabuhan dan mencicipi aneka seafood. Kunjungan kami di Wanning berlangsung selama dua malam.
Tujuan kami selanjutnya adalah Sanya. Kami tinggal disana selama dua malam. Disanalah untuk pertama kalinya kami menghabiskan waktu untuk bertamasya. Pemandangan pantainya sungguh sangat indah. Keesokan harinya kami mengunjungi Nanshan Buddhist Culture Center. Disana kami banyak melihat-lihat dan sebagian dari kami bersembahyang.
Pada hari berikutnya, kami kembali ke Haikou. Disana saat hari memasuki malam, kami mendatangi sebuah pesta besar. Para peserta dari setiap negara, seperti halnya kami juga, bersiap untuk menampilkan persembahan di acara tersebut. Kami memutuskan untuk menyanyikan dua buah lagu, yaitu Tanah Airku dan Heal The World. Itu merupakan penampilan yang sangat berkesan.
Hari selanjutnya, merupakan hari terakhir dari kunjungan kami. Waktu tersebut sebagian besar kami habiskan di Volcanic Garden. Malam harinya, kami memutuskan untuk berjalan-jalan di area sekitar hotel dan mengisi waktu malam kami bersama beserta teman-teman kami yang berasal dari Malaysia. Saat-saat itu merupakan waktu yang menyenangkan untuk dihabiskan.
Karena kami tidur terlalu larut, pagi harinya kami merasa sangat lelah. Namun demikian, kami tetap harus berangkat ke bandara dan menaiki pesawat. Perjalanan kembali ke Jakarta terasa lapang dan nyaman. Apalagi mengingat kondisi kami yang sudah terlalu capek, sebagian besar waktu perjalanan hanya kami gunakan untuk tidur.
Secara umum, perkemahan musim dingin kali ini berlangsung sangat menarik. Kami jadi banyak memiliki teman baru. Ada yang berasal dari Cina, Myanmar, Brunei, Malaysia, Singapore, dan juga yang lainnya. Itu merupakan pengalaman yang tidak akan bisa aku lupakan.
[:]
WhatsApp us