[:en]
Saturday, 24th February 2017, 5.00pm.
Each year the Chinese celebrate Chinese New Year. However, it’s not just the Chinese who celebrate. The Catholic church also celebrate as a sign of gratitude for the New Year.
This year the celebration at Santo Barnabas was followed cheerfully by members of the church. The sacraments were led by 4 priests, Pastor Joseph Sutrisno Amirullah, SCJ, Pastor Joseph K., Pastor Yulianus Puryanto, SCJ and Pastor Fol Poluit, CDD ( guest priest from Mangga Besar ). The service began with a dance from Sekolah Harapan Bangsa students. During the collection of tides the Sekolah Harapan Bangsa choir and dancers entertained the guests. This years’ service was made special as there were special guests from Universitas Islam Negara (UIN).
In the sermon Pastor Fol Poluit, CCD told that Chinese New Year is not only celebrated by Chinese people but is a tradition for Chinese and their descendants in Indonesia. This is the unity of Indonesian culture, as in “Bhineka Tunggal Ika”. The Chinese New Year tradition begins with cleaning the house making amends within our family, (children to their parents and parents toward other family members), eating together, visiting family and giving red packets. Chinese New Year is celebrated for 15 days until “Cap Gomeh” This culture and traditions from Indonesia are one with Christianity. We give our best for others and are our best for others.
The service was closed with a prayer for the oranges and moon cakes by the priest, with the purpose that the food will bring good health and good luck to who ever received it. The oranges and moon cakes were distributed to the worshipers by the priests accompanied by the “Gong Xie Gong Xie” song.
[:zh]
春节是华人年度的重要传统节日。其实,不仅华人有庆祝本节日,在天主教的教会也有庆祝本节日,表示对新年到来的谢意。
今年,欢庆新春佳节坐落于Santo Barnabas教会,所有的教会会友都很积极快乐的参加本活动。仪式由4位神父主持,Joseph Sutrisno Amirullah, SCJ 神父, Joseph K.神父, Yulianus Puryanto, SCJ神父 及 Pastor Fol Poluit,CDD神父(来自Mangga Besar区的嘉宾神父)。节目仪式开始的时候由民望学校的学生登台跳舞。奉献时间的时候,由民望学校学生的合唱队及舞蹈队伍向会友展现了他们的才华。本年的仪式很特别,因为邀请了来自国家伊斯兰大学的特别来宾参加活动。
讲道的时候,Fol Poluit, CCD神父说春节不仅是中国人的传统节日。但是,在印尼的华人及他们的后裔也有庆祝本传统的节日。证明了印尼的多元化的统一。与印尼的座右铭“差异中的统一”是一致的。欢庆春节的到来,家家户户都把他们自己的屋子打扫干净,家族成员互相道歉(孩子向父母,父母向其他的家族成员),一起吃团圆饭,探望亲戚朋友,分发红包。庆祝春节的到来时连续进行15天直到元宵节。在印尼,本传统习俗与基督教是一致的。我们向他人表示关怀,他人也对我们表示关怀。
仪式结束的时候,大家一起祈祷,神父分发了桔子及月饼给教会会友们。希望该食品会为大家带来健康的身体及好运。分发桔子及月饼时,恭喜恭喜的歌曲成为节目的配乐。
[:id]
SABTU, 24 FEBRUARI 2018 PUKUL 17.00 WIB
Setiap tahun orang Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek. Akan tetapi saat ini, Tahun Baru Imlek tidak hanya dirayakan oleh orang Tionghoa saja. Gereja Katolik pun juga merayakan Tahun Baru Imlek sebagai ungkapan rasa syukur atas tahun yang baru.
Tahun ini Perayaan Imlek di Gereja Santo Barnabas dilaksanakan dengan sangat meriah dan diikuti oleh sebagian umat paroki. Dalam misa Perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini juga diadakan
Perayaan Ekaristi yang dirayakan secara konselebran yang dipimpin oleh empat imam/pastor, yaitu
Pastor Joseph Sutrisno Amirullah, SCJ, Pastor Joseph K., Pastor Yulianus Puryanto, SCJ dan Pastor Fol
Poluit, CDD (pastor tamu dari Paroki Mangga Besar).
Misa Perayaan Tahun Baru Imlek kali ini diawali dengan barisan para liturgis yang bertugas memasuki gereja diiringi dengan tari-tarian yang dipersembahkan oleh siswa/i SD Harapan Bangsa. Ketika tiba saatnya mengumpulkan persembahan, paduan suara siswa/i SD Harapan Bangsa kembali bernyanyi and menampilkan tari-tarian untuk menghibur para umat dan tamu khusus dari Universitas Islam Negeri (UIN).
Dalam khotbahnya, Pastor Fol Poluit, CDD mengatakan Perayaan Imlek bukanlah suatu perayaan yang hanya dirayakan oleh orang Tionghoa, tetapi sudah merupakan bagian dari tradisi yang dirayakan oleh orang Tionghoa secara turun temurun yang ada di Indonesia.
Hal ini merupakan keragaman budaya dan tradisi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia
yang menyatu dalam Bhinneka Tunggal Ika. Tradisi Perayaan Imlek ini diawali dengan kegiatan membersihkan rumah, melakukan rekonsiliasi dalam keluarga (anak terhadap orang tua, orang tua terhadap anak dan terhadap anggota keluarga lainnya), makan bersama, saling mengunjungi anggota keluarga dan membagi angpao. Tahun Baru Imlek dirayakan selama 15 hari sampai tiba saatnya Perayaan Cap Gome. Kebudayaan dan tradisi-tradisi dari Indonesia ini menjadi satu dengan nilai-nilai Kristiani. Kita sebagai manusia hendaknya bertindak mulia dan berusaha menjadi manusia yang berarti bagi manusia lain.
Misa Perayaan Imlek ini kemudian ditutup dengan memanjatkan doa untuk buah jeruk dan kue keranjang yang telah disediakan yang dipimpin oleh Pastor. Doa tersebut bertujuan agar buah dan makanan tersebut dapat memberikan kesehatan dan kemakmuran bagi siapa saja yang menerimanya.
Setelah doa selesai buah jeruk dan kue keranjang pun dibagikan kepada seluruh umat yang hadir. Pembagian buah dan makanan tersebut dilakukan oleh para pastor yang diiringi dengan lagu berbahasa Mandarin Gong xie, Gong xie.
[:]
WhatsApp us