Program Adiwiyata dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu, 16–17 Desember 2025, dengan tujuan untuk memperkuat kesadaran peserta didik terhadap isu-isu lingkungan melalui pembelajaran berbasis sains dan berorientasi pada keberlanjutan. Program ini dirancang untuk mendorong rasa ingin tahu, kreativitas, kolaborasi, serta sikap tanggung jawab terhadap lingkungan. Agar pembelajaran berlangsung bermakna dan sesuai dengan jenjang pendidikan, kegiatan disusun berdasarkan tingkat pendidikan peserta didik SMP (Junior High School/JHS) dan SMA (Senior High School/SHS). Peserta didik SMP mengikuti proyek sesuai tingkat kelas, yaitu Eco-friendly Craft untuk kelas 7, Green Lifestyles – Terrarium untuk kelas 8, serta Innovation – Eco-friendly Model atau Diorama untuk kelas 9. Sementara itu, peserta didik SMA mengeksplorasi konsep keberlanjutan melalui berbagai lokakarya yang memadukan sains dan teknologi. Secara keseluruhan, program ini dirancang sebagai pengalaman belajar selama dua hari yang menyeimbangkan antara teori dan praktik.
Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada eksplorasi dan penguatan pemahaman. Peserta didik mengikuti lokakarya interaktif dan sesi pendampingan yang dipandu oleh narasumber undangan dan guru. Peserta didik SMA dibagi ke dalam dua kelompok paralel. Kelompok 1 mengikuti lokakarya Pigmen Alami berjudul “From Nature to Color” yang difasilitasi oleh Lawrence Mario Wirawan, S.Biomed. Sementara itu, Kelompok 2 mengikuti lokakarya AI Classification for Wildfire Damage dengan tema “AI for Sustainability” yang disampaikan oleh Dr. Muammar Sadrawi. Pada waktu yang sama, peserta didik SMP melaksanakan kegiatan praktik sesuai tingkat kelas masing-masing di bawah bimbingan guru. Sesi-sesi ini membantu peserta didik memperoleh pengetahuan dan gagasan dasar yang selanjutnya akan dikembangkan lebih lanjut.
Hari kedua dikhususkan untuk penerapan hasil pembelajaran melalui kegiatan proyek dan presentasi. Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menghasilkan berbagai karya, seperti produk, model, poster, video, dan bahan presentasi. Hasil karya tersebut dipamerkan dalam bentuk stan (booth) sehingga guru dan peserta didik lain dapat melihat serta berinteraksi dengan setiap proyek. Selanjutnya, peserta didik mempresentasikan karya mereka dengan menjelaskan konsep, proses, serta pesan lingkungan yang ingin disampaikan. Untuk mendorong kreativitas dan motivasi, diadakan kompetisi persahabatan guna memberikan apresiasi kepada proyek-proyek yang inovatif dan berkelanjutan. Di akhir kegiatan, kelompok terbaik diumumkan dan diberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas usaha mereka.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, peserta didik diminta untuk menyampaikan refleksi terhadap program yang telah diikuti. Peserta didik SMP pada umumnya merasa bahwa kegiatan yang dilaksanakan menyenangkan dan membantu mereka memahami konsep lingkungan secara sederhana dan praktis. Peserta didik kelas 7 menjadi lebih sadar akan pentingnya penggunaan kembali bahan, sementara peserta didik kelas 8 memperoleh pemahaman yang lebih jelas tentang ekosistem melalui proyek terrarium. Peserta didik kelas 9 melaporkan adanya peningkatan kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah melalui kegiatan perancangan model ramah lingkungan. Peserta didik SMA juga memberikan respons positif, dengan menyatakan bahwa lokakarya yang diikuti membantu mereka memahami penerapan sains dan kecerdasan buatan dalam mengatasi tantangan lingkungan nyata. Berdasarkan umpan balik tersebut, sekolah mengidentifikasi perlunya penambahan waktu untuk kegiatan praktik dan diskusi yang lebih mendalam pada program-program berikutnya.
Secara keseluruhan, hasil refleksi menunjukkan bahwa Program Adiwiyata tidak hanya mendukung pembelajaran akademik, tetapi juga pengembangan karakter peserta didik. Selama kegiatan berlangsung, peserta didik menunjukkan peningkatan dalam kerja sama tim, kreativitas, berpikir kritis, serta rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Program ini membantu peserta didik memahami bahwa keberlanjutan memerlukan pengetahuan ilmiah sekaligus tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Banyak peserta didik juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan dan mengusulkan solusi terhadap permasalahan lingkungan. Berdasarkan keberhasilan program ini, sekolah berencana untuk mengintegrasikan topik keberlanjutan secara lebih konsisten ke dalam pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler. Ke depan, inisiatif Adiwiyata akan difokuskan pada proyek jangka panjang, pembelajaran lintas disiplin, serta pelibatan komunitas sekolah secara lebih luas guna menciptakan dampak yang berkelanjutan.
WhatsApp us