Pasca erupsi Anak Gunung Krakatau yang terjadi pada tanggal 4 September 2026 yang lalu, udara di wilayah Tangerang, Tangerang Selatan, Jabodetabek dan sekitarnya berubah menjadi kotor bercampur dengan debu vulkanik yang dibawa oleh angin ke berbagai wilayah di Indonesia. Seketika udara yang kita hirup terasa berbeda dari biasanya yang mengakibatkan rasa sesak pada saat kita bernafas. Kondisi udara yang tercemar seperti itu tentu saja tidak dapat dibiarkan karena dapat membahayakan hidup seseorang.
Kondisi udara yang tidak sehat berbahaya bagi siapa saja yang menghirupnya, terutama bagi orang lanjut usia dan anak-anak. Mereka adalah kelompok usia yang sangat rentan dan mudah terkena infeksi pernafasan (Ispa). Dalam kondisi yang demikian, pemerintah harus segera membuat langkah-langkah penyelamatan terhadap kelompok masyarakat yang rentan mengalami infeksi pernafasan. Salah satu ketetapan yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring (online) dari rumah bagi seluruh sekolah, khususnya sekolah-sekolah yang berada di wilayah Depok, Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Jabodetabek dan sekitarnya.
Sekolah Harapan Bangsa adalah salah satu sekolah swasta yang berada di wilayah Kota Tangerang dan Tangerang Selatan. Penyebaran debu vulkanik Anak Gunung Krakatau tentu meresahkan dan sangat membahayakan bagi kesehatan semua orang, terutama bagi siswa/i Sekolah Harapan Bangsa. Kekhawatiran terbesar dari sekolah apabila debu vulkanik tersebut sampai terhirup oleh mereka saat berada di sekolah. Kegiatan pembelajaran secara online (PJJ) ditetapkan oleh pemerintah daerah bersama dinas pendidikan setempat sebagai langkah antisipatif untuk melindungi kesehatan seluruh warga Sekolah Harapan Bangsa.
Kegiatan pembelajaran secara daring (PJJ) di SD Harapan Bangsa Modernhill dimulai pada hari Senin, 7 September 2026 hingga hari Rabu, 9 September 2026. Keputusan pelaksanaan pembelajaran online (PJJ) dari rumah oleh Yayasan Pendidikan Harapan Bangsa telah sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Seluruh kegiatan pembelajaran online (PJJ) saat itu dilakukan dengan mengikuti jadwal pembelajaran normal hingga pukul 13.00 Wib.
Kegiatan pembelajaran online dilakukan selama 3 hari berturut-turut seraya memantau informasi terbaru tentang kondisi udara yang disebabkan oleh sebaran abu vulkanik dan keamanan bagi sekolah untuk melakukan kegiatan pembelajaran kembali secara tatap muka (onsite). Selama pembelajaran online (PJJ), para guru Sekolah Harapan Bangsa mempersiapkan dan memberikan materi pembelajaran melalui aplikasi Google Classroom dan Google Meet, dengan petunjuk dan bimbingan guru mata pelajaran sesuai jadwal kelasnya masing-masing.
Selama tiga hari pembelajaran online (PJJ), siswa/i SD Harapan Bangsa Modernhill mengikuti sesi pembelajaran dengan rajin dan sikap antusias dari rumahnya masing-masing. Siswa/i hadir hampir seratus persen setiap hari, hanya satu atau dua siswa yang tidak hadir karena kurang sehat (sakit). Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, siswa/i terlihat mendengarkan dan merespon setiap pertanyaan yang diberikan oleh bapak/ibu gurunya dengan baik. Dengan demikian, seluruh siswa/i SD Harapan Bangsa Modernhill tetap dapat belajar dengan bimbingan para guru dengan aman meskipun secara online dari rumah. Kami mengapresiasi dukungan dan kerja sama dari para orang tua siswa/i yang telah membantu berjalannya kegiatan pembelajaran secara daring (PJJ) dengan lancar selama tiga hari.
WhatsApp us