[:en]
Batik is a part of national heritage (Indonesia) which has artistic values throughout history. Commemorating Batik is held on 3rd October Nationally. Sekoolah Harapan Bangsa Modernhill held Batik Day on Wednesday 3rd October to introduce this historic art form from Indonesia.
It opened with Mr. Nugrahanto Widodo and Mr Sufyan Suri displaying Batik techniques to the students. They were very enthusiastic to see this activity. One by one they took turns learning how to make Batik using the tools whilst the Javanese music played in the background. The students gathered at the hall to listen to the speech from principal. Ms Theresia Listiyawati and the vice chairman of “Jelajah Budaya Indonesia” Mr. Wagiman, to watch a short video about Batik and the beautiful performance of SHB traditional dance. This was so special when some of the students such as : Raisa (3B), Pavita (3A), Aurelia (3A), Celine Khu (3B), Zatara (3A), Anargya (3B), Kenes (3B), Keyko (1A), Adinda (1A), Savanna (1B), Affiqah (1B), Whitney (4B), Arundaya (1B) performed a Javanese dance “Lenggang Kangkung” beautifully and gracefully.
Then, the workshops began. After the assembly, all students were asked to make circles according to their own class. Grade 1 to 3 gathered at the main hall to have jumputan workshop. Each of the student got 50 cm X 50 cm white cloths, some marbles and rubber bands. They put a marble on a random side of the cloth and tied it with a rubber band. They did repeatedly until they have some pinches of marbles on the cloths, then the cloths were soaked in one color. Finally, the cloths were dried under the hot sun light.
In an activity not really different from lower grade, grade 4 to 6 joined batik workshop. They were divided into groups to be given white cloths. The white cloths were drawn beautiful motives. Some equipment were prepared before the workshops, such as: stoves, canting, wax etc. They traced the dots and lines of the resist with a spouted tool called a canting. The applied wax on the cloth then soak in one colour and the wax removed with boiling water. The students were so satisfied with the results of their efforts. This was an enjoyable experience for Sekolah Harapan Bangsa, Modernhill students. Through this activity they learnt more about Batik and can help keep it in our lives along with the school theme “Love Batik, Love Indonesia”.
[:zh]
纪念蜡染作为联合国教科文组织指定的口头和非物质遗产的杰作,印度尼西亚政府将10月3日定为国家蜡染日。 现代山庄民望学校将这一重要日子定为学校议程之一。这是小学第一个蜡染日。在2018年10月3日星期三,SHB大家庭的所有成员都穿着蜡染服,并介绍一些与Batik的介绍有关的节目。该计划是在休息时间之后开始的。学生们聚集在大厅听校长的讲话。 Theresia Listiyawati女士和“Jelajah Budaya Indonesia”副主席Wagiman先生,观看关于Batik和SHB传统舞蹈的精彩表演的短片。一些学生优雅地表演了爪哇舞“冷港康康”。跳舞的学生有Raisa(3B),Pavita(3A),Aurelia(3A),Celine Khu(3B),Zatara(3A),Anargya(3B),Kenes(3B),Keyko( 1A),Adinda(1A),Savanna(1B),Affiqah(1B),Whitney(4B),Arundaya(1B)
然后,研讨会开始了。大会结束后,所有学生都被要求以班级为组围成圈子。 1至3年级的学生们聚集在大厅里,参加了一个染布工作坊。每个学生都有50厘米X 50厘米的白布,一些大理石和橡皮筋。他们将大理石放在布料的随机面上,并用橡皮筋系上。他们反复做到这一点,直到他们的布里面有一些大理石,然后布料浸泡在一种颜料盒里。最后,将布在烈日下晒干。
与低年级一样,4至6年级加入蜡染工作坊做的活动没有什么不同。他们被分成小组给予白布。白色的布料被绘制成美丽的图案。在大厅准备了一些设备,例如:炉子,倾斜,蜡等。他们用一种称为倾斜的喷射工具来描画点和线。然后在布上涂上蜡,最后将布浸泡一种颜料盒里,用沸水除去蜡。学生们非常高兴能加入Batik研讨会的每一个过程。这可能是他们了解蜡染最有趣的经历之一。做得好!
[:id]
Batik merupakan warisan budaya nusantara (Indonesia) yang mempunyai nilai dan perpaduan seni yang tinggi sejak dahulu. Pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 3 Oktober sebagai hari Batik Nasional dan batik terus menerus diperkenalkan kepada anak-anak Indonesia. Oleh karenanya, Sekolah Harapan Bangsa Modernhill mengadakan kegiatan membatik pada hari Rabu, 3 Oktober 2018. Tujuan dari kegiatan yaitu untuk memperkenalkan budaya dan sejarah batik yang telah dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Dibuka dengan kegiatan membatik oleh Bapak Nugrahanto dan Sufyan Suri, siswa/i antusias berbaris dan melihat kegiatan membatik. Satu persatu secara bergantian, mereka diajarkan cara menggunakan canting dan membuat pola diiringi dengan musik tradisional Jawa. Setelah itu, siswa/i duduk rapi mendengarkan pidato pembukaan oleh Ibu Theresia Listiyawati, dilanjutkan dengan video Jelajah Budaya Indonesia. Tidak hanya memperkenalkan budaya batik, sekolah memperkenalkan budaya tradisional Jawa lewat persembahan tarian Lenggang Kangkung oleh beberapa siswi SD: Raisa (3B), Pavita (3A), Aurelia (3A), Celine Khu (3B), Zatara (3A), Anargya (3B), Kenes (3B), Keyko (1A), Adinda (1A), Savanna (1B), Affiqah (1B), Whitney (4B), Arundaya (1B). Mereka menari dengan lincah dan luwes.
Agar siswa/i dapat mengenal batik lebih jauh, mereka mengikuti kegiatan lokakarya membatik. Kegiatan ini dibagi menjadi 2 kelompok: kelas 1-3 dan kelas 4-6. Siswa/i kelas 1-3 berkumpul di aula utama mengikuti kegiatan lokakarya jumputan. Setiap siswa mendapatkan kain putih berukuran 50 x 50 cm, kelereng dan karet gelang. Mereka menempatkan kelereng pada kain yang acak dan mengikatnya dengan karet gelang. Kegiatan ini dilakukan berulang kali sampai memiliki beberapa jumputan kelereng di kain, kemudian kain tersebut direndam dalam satu warna. Setelah itu, kain tersebut dikeringkan dibawah sinar matahari.
Tidak berbeda jauh dengan kelas bawah, siswa/i kelas 4-6 dibagi kembali menjadi beberapa kelompok kecil dan duduk mengelilingi cairan lilin yang telah disediakan. Setiap siswa mendapatkan kain putih yang telah telah diberi gambar dan canting untuk membuat garis atau motif halus, sehingga cairan lilin dapat meresap dengan baik ke dalam serat kain. Mereka dengan perlahan dan seksama membuat motif yang indah. Setelah itu, mereka merendam kain ke dalam satu warna dan menjemur kain tersebut dibawah sinar matahari. Hasilnya pun terlihat indah dan menarik dengan motif-motif yang terukir rapi. Anak-anak terlihat sangat senang dan puas dengan hasil karya mereka.
Pengalaman membatik adalah pengalaman yang sangat menyenangkan dan berharga bagi siswa/i SD Harapan Bangsa Modernhill. Melalui kegiatan ini diharapkan mereka dapat menghargai budaya batik dan melestarikannya, sesuai dengan tema sekolah, “Cinta Batik, Cinta Indonesia”.
[:]
WhatsApp us