[:en]


Speaker : Debora Basaria, M.Psi.,Psikolog (Olla)
Audience : Parents and teachers of grade 6
This seminar was held for parents of grade six considering that grade six students are in the early teenage years. Most parents are confused about how to bring up their kids in the transition from childhood to adulthood, so we tried to help them by arranging this seminar held on September 28th 2018.
Being a teenager is a transition of development from being a child to becoming an adult (physic, cognitive and psychosocial). The age range of a teenager is about 11 years old until 19 years old, which is divided into two parts, early teenager (11-13 years old) and late teenager (14-19 years old). There are some changes that we can see when a child becomes a teenager, either in physic, cognitive or even psychosocial ways.
Physically, we can see some changes clearly, such as body curves, hair growth on pubic areas, voice change, breast growth and menstruation for girls etc. At this age, a teenager’s cognitive develops to be formal operational and hypothetical-deductive reasoning. This means that teenagers are able to think about things in an abstract way, critically, logically and full of consideration. Therefore, parents should be more careful when saying something to a teenager. Parents need to consider what they want to talk about and the way they deliver it. Also, parents are required to be wiserin starting and building communication with teenagers, so they will be interested to talk with their parents instead of only their peer groups.
At this age, a teenager is in the phase of finding their identity that we call “Identity vs Identity confusion” phase. This means teenagers will be asking themselves “Who am I?” by exploring many things and trying new things. Often teenagers don’t like to be ruled and prefer spending time with peer groups rather than with parents or family. This phase is really important in establishing their identity, self-esteem or even sexual orientation. If teenagers can make it through this challenging time of life, they will be strong in self-esteem, they will know who they are exactly, able to decide many things for their future and they will have the right sexual orientation. However,if they struggle in this period of change, then they will fall behind in the functions of this development phase itself.
[:zh]


发言者 :Debora Basaria, M.Psi.,Psikolog (Olla)
参加者 :现代城民望学校6年级学生的家长以及小学老师
本讲座是为6年级的家长并考虑到6年级的学生处于青少年时期而举办的活动。大多数的家长不了解并困惑如何培养他们自己的孩子面对童年到成年的过程。因此,现代城民望学校于2018年9月28日,为6年级的家长举办了本育儿讲座。
青春期是每个孩子将面对的过渡期,是他们成为成年人的一个阶段(身体的变化,认知和社会环境影响下的心理变化)。青春期的年龄范围是11岁至19岁,分为早青少年(11岁至13岁),青状男女(14岁至19岁)。在该青春时期,我们将看到孩子们的身体变化,认知变化以及社会环境影响下的个人心理变化。
身体上,我们可以清楚地看到一些变化,如身体曲线,耻骨区域的毛发生长,声音变化,乳房增长和女孩的月经等。而在认知方面,青少年的思考是处于形式运思期和假设演绎推理范围里面。意思就是说青少年能够以抽象的方式,批判性地,逻辑地和充满考虑地思考事情。 因此,父母在向青少年说话时应该要更加小心,考虑他们想要谈论的内容。此外,父母也必须明智地如何与他们的孩子建立良好的沟通,使他们能有兴趣与父母交谈。
心理变化上,是青少年正处于寻找他们的身份的阶段,我们将其称为“身份和身份困惑”阶段。 意思就是说青少年将会通过探索许多事情和尝试新事情后来问自己“我是谁?”。 青少年通常不喜欢被统治,而更喜欢与同龄人沟通而不是与父母或家人共度时间。 这个阶段对于确立自己的身份,自尊甚至性取向的非常重要阶段。 如果青少年能够度过这个充满挑战的生活时期,他们就会在自尊中表现出色,他们会知道自己究竟是谁,能够为未来决定许多事情,并且他们会有正确的性取向。 但是,如果他们在这个变化时期挣扎,那么他们将落后于这个发展阶段本身的功能。
[:id]


Pembicara : Debora Basaria, M.Psi.,Psikolog (Olla)
Peserta : Orang tua siswa kelas 6 dan guru Sekolah Dasar Harapan Bangsa , Modernland
Seminar ini diadakan kepada para orang tua kelas enam (VI), dengan pertimbangan bahwa usia siswa kelas enam merupakan usia yang memasuki tahap perkembangan remaja awal. Kebanyakan orang tua tidak mengerti dan bingung bagaimana menghadapi anak-anak di masa transisi ini, sehingga Sekolah Dasar Harapan Bangsa , Modernland mengadakan seminar untuk orang tua siswa kelas 6 pada tanggal 28 September 2018.
Masa remaja adalah masa transisi perkembangan dari anak-anak menjadi dewasa (perkembangan fisik, kognitif dan psikososial). Rentang usia masa remaja berlangsung pada usia 11-19 tahun dengan pembagian masa remaja awal antara 11-13 tahun dan remaja akhir antara 14-19 tahun. Beberapa perubahan yang kita bisa lihat ketika seseorang sudah mengalami puberitas, seperti pada aspek fisik, aspek kognitif maupun aspek psikososial.
Secara fisik kita bisa melihat jelas perubahan-perubahan yang terjadi seperti lekukan tubuh mulai terlihat, badan mulai berisi, tumbuh bulu pada bagian-bagian tertentu, buah dada semakin membesar dan menstruasi untuk perempuan, dsb. Sedangkan dari aspek kognitifnya, remaja sudah mampu berpikir formal operational dan hypotetical-deductive reasoning, yang artinya bahwa remaja mampu berpikir abstrak, logis, mempertimbangkan dan mengusi hipotesis, sehingga pada usia remaja, anak mampu lebih kritis. Oleh karena itu, orang tua perlu lebih berhati-hati ketika berbicara dengan anak remaja, mempertimbangkan apa yang akan disampaikan, dan perlu lebih bijaksana dalam memulai pebicaraan dengan mereka sehingga mereka tertarik dan mau berbicara dengan orang tua lebih banyak lagi.
Pada aspek psikososial, remaja berada pada pencarian jati diri atau sering disebut dengan ”Identity vs Identity confusion” , yang artinya remaja akan mencari jati dirinya (Siapakah aku?) melalui kelompok sosial dan juga role model-nya. Pada usia ini, anak akan mencari siapa dirinya, dengan siapa dia akan bergaul, akan menjadi apa dirinya kelak dan termasuk orientasi seksualnya. Jika pada tahap ini remaja berhasil, maka ia akan menjadi pribadi yang percaya diri kedepannya dan mempunya orientasi seksual yang benar, sebaliknya jika mereka gagal pada fungsi ini, maka remaja akan menjadi pribadi yang mempunyai self esteem rendah atau orientasi seksual yangmenyimpang, sehingga pada usia ini sangat diperlukan peran orang tua yang berfungsi untuk membimbing, mengarahkan dan menjadi teman curhat anak, sehingga anak mampu memilih pergaulan yang baik guna mendukung fungsi psikososialnya pada usia ini.
Mudah-mudahan dengan diadakannya seminar ini, orang tua akan mendapatkan informasi lebih bagaimana untuk menangani anak-anak remaja awal dan mampu mengaplikasikannya di kemudian hari.
[:]
WhatsApp us