[:en]Thursday, December 7, 2017, Kevin Kosasih and Marcel Setiawan, alumni of Sekolah Harapan Bangsa Kota Modern Tangerang returned to their original source, Sekolah Harapan Bangsa to draw freshness in their search for truth and science.
Both of them and thier friends from various schools, tribes and religions came to Bpk.Bonefasius Jehandut, S.Fil for addressing the tolerance and radicalism issues in Indonesia. The discussion took place in the Catholic religious room at Primary School, Sekolah Harapan Bangsa Modernland.

After the questioning of tolerance and radicalism, the meeting continued with questions with free topics and a photo session.

From this meeting, it can be concluded that the existence of Sekolah Harapan Bangsa should be the source of the thirst for the rulers of their alumni who are thirsty for truth and knowledge. The alumni returned to the original source.[:zh]于2017年12月7日(星期四),现代城(Modernland)民望学校的校友Kevin Kosasih和Marcel Setiawan回归民望学校怀念他们在学校的学习过程。怀念他们在母校获得知识的时刻。

他们与其他学校的朋友参观民望学校,访问Bonefasius Jehandut,S.Fil老师有关印尼目前的公差及激进主义的情况。面谈进行于民望学校的天主教教室。

通过本次的面谈,证明了民望学校还是成为校友的寻求知识真相之地。民望学校的校友仍然地铭记母校。
[:id]Kamis, 7 Desember 2017, Kevin Kosasih dan Marcel Setiawan, alumni Sekolah Harapan Bangsa Kota Modern Tangerang kembali ke sumber asalnya, yaitu Sekolah Harapan Bangsa untuk menimba kesegaran dalam proses pencarian mereka akan kebenaran dan ilmu.
Keduanya bersama teman-teman dari pelbagai sekolah , suku dan agama mendatangi Bpk.Bonefasius Jehandut,S.Fil untuk wawancara masalah toleransi dan radikalisme di Indonesia.Wawancara berlangsung di ruang agama Katolik di Sekolah Dasar Harapan Bangsa , Modernland.

Setelah Tanya jawab masalah toleransi dan radikalisme, pertemuan dilanjutkan dengan pertanyaan dengan topic bebas dan foto bersama.

Dari pertemuan ini, dapat disimpulkan bahwa, keberadaan Sekolah Harapan Bangsa patut menjadi sumber pemuasa dahaga para alumninya yang haus akan kebenaran dan pengetahuan.Para alumni kembali menimba ke sumber awal.[:]
WhatsApp us