[:en]

The theme of our faith day event of Sekolah Harapan Bangsa on February 14, 2018 was We are Bhineka – We are Indonesia. This is reflection material of the Catholic Church of the Archdiocese of Jakarta Lent 2018. Thus, Sekolah Harapan Bangsa with the majority of its students being Catholic, participated in the theme reflected above.
Diversity is natural. By whatever means diversity can not be transformed into uniformity. Like it or not, anyone's life, wherever it may be, must spin over this undeniable phenomenon. Religion, for example, will always be manifold, as do individuals, tribes, nations, countries, and cultures. Grouping on the basis of all this, at various scales, will always be present. If not properly managed, diversity will easily overwhelm civilization with separation, cracking, tension, hatred, hostility, discrimination, injustice and inequality. Next, disputes and conflicts are necessary undisbursable points. The end of all this is the unity between the individual and the rival group.
Diversity in the Indonesian context is very relevant. The country and the nation of Indonesia consists of 17,504 islands, 1,340 tribes, 546 languages and 6 religions. Although so diverse, but still one nusa, one nation and one language. The Unitary State of the Republic of Indonesia is a common house. So our slogan Bhineka- Kita Indonesia should always be buzzing in the hearts of every Indonesian citizen.
The students and the big family of Harapan Bangsa School are in reality the diversity of the Indonesian nation. Religion, tribe and culture all incorporated into it are diverse. Expect the theme of faith day; We Bhineka- Kita Indonesia is increasingly bringing together all the learners and all those involved in the learning and life activities of Harapan Bangsa School residents.
For that let's unite in prayer; God, we are thankful to You, because thanks to so many heroes, You raise our awareness as a nation. We are grateful for the unifying language, and upon the foundation of our basic Pancasila.[:zh]

于2018年2月14日,民望学校举办了信仰日,主题为多元化的印度尼西亚。本主题是与雅加达天主教协会在复活节前提出的沉思主题有关系的。民望学校的多数学生是天主教徒,所以他们就要服从以上提到的沉思主题。
多元化本来是很自然的事情。无论使用任何办法都好,是无法把多元化改为均匀性。无论我们喜欢或不喜欢,在任何人的生活中,某某地方,都将一直活在这个圆圈里面。举个例子来说,信仰:信仰有很多种,多种民族,多种国家及文化。这些区别都一直会存在。若是不把这些差异管理,那么多元化将成为文明的负担。社会将会破解,紧张,仇恨,敌意,歧视,非正义以及不平等。接下来,可能将发生各方面的纠纷,也产生了人际及群体的纠纷。
多元化与印尼的建国原则是离不开的。印尼国家具有17.504个岛,1.340个民族。546种语言,6种信仰。虽然如此,我们印尼仍然还是一个国家,一个民族,一个语言。印尼国家是我们的家。差异中的统一口号仍然会在印尼的人民心里不停的响铃。
民望学校大家庭仍然活在印尼的差异中的统一里面。不同的信仰,民族,文化集合在一起,和谐共存。希望通过本次的信仰日主题“多元化的印度尼西亚”我校的学生会更加的团结,一起努力的学习。
因此,我们一起祈祷:我的主啊!,感谢袮,因为有了那么多英雄的贡献,启发了我国人民的团结心。一致的语言统一了我们。建国五项原则也成为我国独立的宗旨。[:id]

Tema kegiatan faith day Sekolah Harapan Bangsa pada 14 Februari 2018 adalah Kita Bhineka – Kita Indonesia. Adapun hal ini merupakan materi permenungan Gereja Katolik Keuskupan Agung Jakarta pada masa prapaskah/Puasa 2018. Maka, Sekolah Harapan Bangsa yang sebagian peserta didiknya adalah Katolik, dengan seharusnya ikut serta dalam permenungan tema di atas.
Keberagaman merupakan hal yang bersifat kodrati. Dengan cara apa pun keanekaragaman tidak akan bisa diubah menjadi keseragaman. Suka atau tidak suka, kehidupan siapa pun, di mana pun, harus berputar di atas fenomena yang tidak bisa dimungkiri ini. Agama, sebagai contoh, akan selalu berjenis-jenis, demikian pula individu, suku, bangsa, negara, dan budaya. Pengelompokan atas dasar semua ini, dalam berbagai skala, akan selalu ada. Bila tidak dikelola dengan baik, kebhinekaan akan mudah sekali membebani peradaban dengan keterpisahan, keretakan, ketegangan, kebencian, permusuhan, diskriminasi, ketidakadilan dan ketimpangan. Berikutnya, pertikaian dan konflik merupakan titik-titik lanjut yang niscaya mungkin terjadi. Ujung dari semua ini adalah kebersamaan antar-individu dan kelompok yang bertikai.
Kebhinekaan dalam konteks Indonesia amat relevan. Negara dan bangsa Indonesia terdiri dari 17.504 pulau, 1.340 suku bangsa, 546 bahasa dan 6 agama. Kendati begitu beragam, namun tetap satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa. Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan rumah bersama.Maka semboyan kita Bhineka- Kita Indonesia harus selalu berdengung dalam hati setiap warga Negara Indonesia.
Peserta didik dan keluarga besar Sekolah Harapan Bangsa justru berada dalam realitas kebhinekaan bangsa Indonesia. Agama ,suku dan budaya semua yang tergabung dalamnya beraneka ragam.Diharapkan tema faith day; Kita Bhineka- Kita Indonesia makin menyatukan semua peserta didik dan semua yang terlibat dalam aktivitas belajar dan kehidupan warga Sekolah Harapan Bangsa.
Untuk itu mari bersatu dalam doa; Allah, kami besyukur pada-Mu, karena berkat jasa begitu banyak tokoh pahlawan, Engkau menumbuhkan kesadaran kami sebagai bangsa. Kami bersyukur atas bahasa yang mempersatukan, dan atas Pancasila dasar kemerdekaan kami.[:]
WhatsApp us