Saya merasa bersemangat dan gugup pada saat yang sama ketika mengikuti ujian Cambridge Checkpoint pertama saya pada 24 April 2024. Mengambil ujian ini terasa seperti momen penting bagi saya setelah semua ujian latihan. Saya merasa lega mendengar seorang guru yang berpengetahuan mengatakan, “Lakukan yang terbaik dan biarkan Tuhan melakukan sisanya,” yang mengurangi ketegangan saya.
Saya membutuhkan lebih banyak kertas latihan untuk bahasa Inggris, jadi saya lebih banyak berkonsentrasi pada sains dan matematika selama persiapan saya. Strategi belajar saya adalah mengulang apa yang telah saya pelajari di semester sebelumnya dan berusaha memahami topik apa pun yang saya anggap sulit. Guru saya sangat membantu. Mereka memberi saya banyak soal ujian sebelumnya, membantu saya meninjau ide-ide utama, dan mengadakan ujian latihan. Berkat bantuan ini, saya merasa lebih siap.
Mengurangi stres sangat terbantu dengan belajar bersama teman-teman. Kami berlatih bersama, membahas topik-topik sulit, dan saling mendukung. Bekerja sama membuat belajar menjadi kurang menakutkan dan lebih produktif.
Ketika hari ujian pertama tiba, yang dikhususkan untuk sains, kecemasan saya langsung mereda. Mengingat bahwa ujian ini hanya akan berlangsung selama 45 menit dan memberikan 50 nilai, pada awalnya saya berpikir tidak akan selesai. Meskipun pertanyaannya sulit, kami bisa mengatasinya karena kami sudah terbiasa dengan gaya dan jenis pertanyaan yang diajukan. Matematika adalah hari terakhir. Saya pergi ke mal dengan teman-teman saya untuk merayakan lulusnya ujian sulit itu dengan makan es krim.
Secara keseluruhan, ujian berjalan dengan baik karena saya belajar dengan baik, mendapat dukungan yang hebat dari para guru dan keluarga saya, serta bantuan dari teman-teman. Saya merasa percaya diri dan siap untuk ujian berikutnya, mengetahui bahwa persiapan dan kerja sama tim telah mempersiapkan saya untuk sukses.
Bertha, 9A
WhatsApp us