Sekolah Harapan Bangsa Modernhill sukses menyelenggarakan Model United Nations (SHBMUN) 2026 pada 5 September 2026 di Kampus SHB 4. Diselenggarakan atas kerja sama Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA dan World View Society (WVSOC), simulasi konferensi satu hari ini dirancang untuk melatih para siswa dalam diplomasi internasional, berpikir kritis, komunikasi publik, serta negosiasi strategis. Acara ini terbuka bagi siswa kelas 7 hingga 12 dari Kampus Modernhill maupun Modernland, serta para alumni, dengan total 48 peserta guna memastikan lingkungan belajar yang interaktif dan kolaboratif.
Mengusung tema “Protecting Our Oceans, Preserving Our Future: Global Cooperation for Marine Sustainability”, konferensi ini menghadirkan komite United Nations Environment Programme (UNEP). Para delegasi berperan sebagai diplomat yang mewakili berbagai negara untuk membahas isu-isu lingkungan yang krusial. Mereka memilih satu dari dua topik utama: menanggulangi pencemaran sampah plastik di laut melalui pengelolaan limbah berkelanjutan, atau memperkuat perlindungan dan konservasi keanekaragaman hayati laut di ekosistem laut yang rentan. Berbeda dari simulasi MUN pada umumnya yang menggunakan agenda tetap, SHBMUN 2026 menerapkan prosedur penentuan agenda (agenda-setting) di mana para delegasi berdebat mengenai tingkat urgensi masing-masing topik sebelum melakukan pemungutan suara untuk menentukan topik yang akan dibahas. Hal ini bertujuan untuk semakin mendorong partisipasi aktif dan diplomasi strategis.
Di bawah kepemimpinan tim penyelenggara—yang terdiri dari Secretary General Gabrielle Dominique Gigir, Deputy Secretary General sekaligus Head Chair Edward Nathaniel Kurniawan, dan Event Organizer Althan Satria—rangkaian acara berlangsung secara komprehensif. Selain sesi komite, debat formal, dan umpan balik dari pimpinan sidang (chair feedback), acara ini juga diisi dengan upacara pembukaan dan penutupan, pidato utama dari alumni Gisela Bea Athalia Adyu, kegiatan penyegaran interaktif (icebreakers), hingga penganugerahan penghargaan. Suasana konferensi semakin semarak dengan hadirnya stan merchandise serta stan edukasi World View Society.
World View Society (WVS), sebuah organisasi non-pemerintah kepemudaan yang didirikan oleh siswa SMA, Gabrielle dan Edward, bertujuan untuk menonjolkan pembelajaran interdisipliner serta meningkatkan kesadaran terhadap isu-isu penting seperti konservasi lingkungan, kesehatan mental, dan literasi media. Selama acara berlangsung, stan edukasi mereka menyediakan berbagai materi edukatif dan karya kreatif, termasuk zine WVS Mail, pembatas buku, serta paket kesehatan mental “ADVO-CATS” beserta merchandise bertema serupa. Melalui perpaduan antara debat diplomatik formal dan inisiatif edukasi berbasis pemuda ini, SHBMUN 2026 berupaya memberdayakan generasi muda untuk menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan berwawasan global.
Konferensi SHBMUN 2026 ditutup dengan pemberian penghargaan kepada beberapa delegasi berprestasi:
SHBMUN 2026: Mendorong Keberlanjutan Ekosistem Laut
Sekolah Harapan Bangsa Modernhill sukses menyelenggarakan Model United Nations (SHBMUN) 2026 pada 5 September 2026 di Kampus SHB 4. Diselenggarakan atas kerja sama Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA dan World View Society (WVSOC), simulasi konferensi satu hari ini dirancang untuk melatih para siswa dalam diplomasi internasional, berpikir kritis, komunikasi publik, serta negosiasi strategis. Acara ini terbuka bagi siswa kelas 7 hingga 12 dari Kampus Modernhill maupun Modernland, serta para alumni, dengan total 48 peserta guna memastikan lingkungan belajar yang interaktif dan kolaboratif.
Mengusung tema “Protecting Our Oceans, Preserving Our Future: Global Cooperation for Marine Sustainability”, konferensi ini menghadirkan komite United Nations Environment Programme (UNEP). Para delegasi berperan sebagai diplomat yang mewakili berbagai negara untuk membahas isu-isu lingkungan yang krusial. Mereka memilih satu dari dua topik utama: menanggulangi pencemaran sampah plastik di laut melalui pengelolaan limbah berkelanjutan, atau memperkuat perlindungan dan konservasi keanekaragaman hayati laut di ekosistem laut yang rentan. Berbeda dari simulasi MUN pada umumnya yang menggunakan agenda tetap, SHBMUN 2026 menerapkan prosedur penentuan agenda (agenda-setting) di mana para delegasi berdebat mengenai tingkat urgensi masing-masing topik sebelum melakukan pemungutan suara untuk menentukan topik yang akan dibahas. Hal ini bertujuan untuk semakin mendorong partisipasi aktif dan diplomasi strategis.
Di bawah kepemimpinan tim penyelenggara—yang terdiri dari Secretary General Gabrielle Dominique Gigir, Deputy Secretary General sekaligus Head Chair Edward Nathaniel Kurniawan, dan Event Organizer Althan Satria—rangkaian acara berlangsung secara komprehensif. Selain sesi komite, debat formal, dan umpan balik dari pimpinan sidang (chair feedback), acara ini juga diisi dengan upacara pembukaan dan penutupan, pidato utama dari alumni Gisela Bea Athalia Adyu, kegiatan penyegaran interaktif (icebreakers), hingga penganugerahan penghargaan. Suasana konferensi semakin semarak dengan hadirnya stan merchandise serta stan edukasi World View Society.
World View Society (WVS), sebuah organisasi non-pemerintah kepemudaan yang didirikan oleh siswa SMA, Gabrielle dan Edward, bertujuan untuk menonjolkan pembelajaran interdisipliner serta meningkatkan kesadaran terhadap isu-isu penting seperti konservasi lingkungan, kesehatan mental, dan literasi media. Selama acara berlangsung, stan edukasi mereka menyediakan berbagai materi edukatif dan karya kreatif, termasuk zine WVS Mail, pembatas buku, serta paket kesehatan mental “ADVO-CATS” beserta merchandise bertema serupa. Melalui perpaduan antara debat diplomatik formal dan inisiatif edukasi berbasis pemuda ini, SHBMUN 2026 berupaya memberdayakan generasi muda untuk menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan berwawasan global.
Konferensi SHBMUN 2026 ditutup dengan pemberian penghargaan kepada beberapa delegasi berprestasi:
WhatsApp us