[:en]
By : Agatha 12 SOCIAL
As a replacement of Academic Project for Live-In Jogjakarta, that is usually making a report or a paper based on a subject. This year, Grade 12 are given another project, which is a short movie project with the duration of 15-25 minutes, taken places in Jogjakarta and Tangerang. It's a group project with 14-15 members each group, which means there are 2 groups from Science Class and 2 groups from Social Class. It's not just a plain project, they actually have to compete against each other to make a great short movie with a theme that they want to make. Even if the time is a bit short due to SHBCUP and Final Test, they have to manage their time to finish their “shooting” and “editing” process before the deadline. In the end, they can collect their works. Even there are troubles and problems, their works can be published and watched through Youtube. There's a Live-voting, too. The result of live voting takes quiet a huge portion to get the final result. the scoring itself is based on mostly the total viewers and likers on Youtube, then there is also based on jury decision about the technique of shooting, audio, and every aspects in the short movie.
There are 4 short movies with different titles. “Turning Point” by 12 Science team 1, telling us how important to respect and love our parents while they are still around. And how we have to be grateful of what we have right now. “Hiraeth” by 12 Science team 2, about a teenage boy who suffers being abused in his family and at the end he chooses to end his life, even though he feels happiness through a friendship he has with his 4 friends. Then, there is “Schizo” by 12 Social team 1, that tells us about a teenage girl who lost her mother in accident and found her friends but again she has to lose the one she loved. What they did was wrong, it takes many people's life just because they want to find happiness through consuming this illegal drugs too much. Lastly, “Tanda Tanya”, about a boy who needs to find a girl, turns out to be his sister. They are seperated because of the seperation of their parents. He is lucky enough to have his friends who accompany him all the way from Jogjakarta to Jakarta.
At the end, there are only 2 winners. SCHIZO and TITIK BALIK are chosen to be the winners. it might be caused by the scenario in Schizo that makes people wondering about the continuation of the story and how confusing it can be that you have to watch it several times to get the actual meaning. And that's actually what the creator wants to. And Titik Balik/ Turning Point with the message they want the viewers that are mostly teenagers to recieve. Aside from that, these 2 short movies actually did their best to promote their works and got most of the attention. We can see that by looking at the viewers and likers on Youtube. And another plus point is that they collected the short movie on time.
THE WINNER
SECOND PLACE
[:id]
Oleh : Agatha 12 IPS
Sebagai pengganti dari membuat projek akademik berupa laporan berdasarkan mata pelajaran untuk kegiatan Live-in di Jogjakarta, tahun ini kelas 12 membuat sebuah film pendek dengan durasi 15-25 menit yang mengambil lokasi di Jogjakarta dan Tangerang. Projek film ini dikerjakan dalam sebuah kelompok berisikan 14-15 orang, berarti ada 2 kelompok IPS dan 2 kelompok IPA. Yang menantang adalah projek film ini dikompetisikan. Jadi,siswa/i merasa terpacu untuk membuat film yang berkualitas dan bermakna. Tema yang diambil bebas sesuai dengan keinginan, tidak dibatasi, namun ada ketentuan yang tetap harus diikuti. Proses pembuatan film ini pun terkesan sebentar saja, karena bentrok dengan SHB CUP dan Ujian Akhir Semester. Namun, tetap dapat terselesaikan dengan baik. Dari sini diharapkan siswa/i dapat mengatur waktunya untuk melakukan “shooting” dan juga “editing” sehingga pengumpulan dapat tepat waktu. Walau ada beberapa kendala dalam pengumpulan projek ini, tetapi pada akhirnya 4 kelompok dapat menyerahkan hasilnya dan dapat ditonton khalayak banyak sebelum terjadi live-voting oleh murid lain di Sekolah Harapan Bangsa. Live-voting sendiri mengambil porsi cukup banyak dalam penilaian. Penilaiannya sendiri kebanyakan dari total “viewers” dan “likers” di Youtube dan juga dari keputusan juri tentang teknik pengambilan gambar, audio, dan segala prospek dalam film itu.
Ada 4 judul film pendek hasil kerja keras kelas 12, antara lain ada “Titik Balik” tentang pentingnya menghormati dan menyayangi orangtua selagi mereka masih ada di sisi kita, dan bagaimana kita harus mensyukuri hidup kita ini. Ada juga “Hiraeth” tentang seorang remaja yang ternyata mengalami kekerasan dalam keluarganya sehingga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Walau begitu ia merasa bahagia memiliki teman-teman yang membuatnya merasakan kebahagiaan. Ada juga “Schizo” yang menceritakan tentang kehidupan seorang remaja yang kehilangan ibunya dan menemukan teman-temannya namun harus kembali merasa kehilangan. Tindakan yang mereka lakukan yang merenggut nyawa banyak orang di dunia padahal untuk kesenangan. Dan terakhir ada “Tanda Tanya” tentang seorang lelaki yang terlihat mencari seorang wanita, yang ternyata adalah adiknya yang terpisah akibat perceraian orangtuanya. Beruntung dia memiliki teman yang mau menemaninya jauh-jauh dari Jogjakarta ke Jakarta.
Dari 4 film ini, terpilihlah SCHIZO dan TITIK BALIK sebagai pemenang. Ini bisa dikarenakan alurnya dari SCHIZO yang membuat orang penasaran apa yang sebenarnya terjadi, tetapi juga membingungkan sehingga harus nonton berkali-kali dan benar-benar fokus terhadap segala aspek dalam film itu. Dan memang itulah yang diinginkan dari pembuat SCHIZO, kelas 12 IPS team 1. Sedangkan, TITIK BALIK, dengan pesan ceritanya yang sangat mengenai fakta, yang kebanyakan dari remaja itu kurang bersyukur atas kehidupan yang ada dan orangtua yang membesarkannya. Secara keseluruhan, promosi kedua film ini cukup kencang dan menarik perhatian sehingga mendapat viewers dan likers terbanyak. Dan selain itu, kedua film ini adalah 2 film pertama yang mengumpulkan hasilnya tepat waktu.
JUARA 1
JUARA 2
[:]
WhatsApp us