[:en]Hi, allow me to introduce myself. My name is Kris Panggraitan. My mandarin name is Chen Xiao Hua. I was born in Jakarta on 15 April 1992. In 2009-2011, I studied at Sekolah Harapan Bangsa. When I studied in SMA Harapan Bangsa, at first I couldn’t speak Mandarin at all. Come to think of it, I felt it would have been so difficult to study Mandarin every day.
In SHB, there was a placement test for Mandarin lesson. I was sure that I would be placed in the lowest level. When the result was announced, I was in level C. The next year, I got the best rank in class and it kept continuing until I graduated.
After graduating from senior high school, I continued my education at Universitas Bina Nusantara majoring in Mandarin. I chose this major because back then when I was in school, I studied Mandarin every day. It made me like this subject so much. In college, I studied basic Mandarin skills, such as grammar, listening comprehension, verbal communication, reading, writing, etc. I also learned Chinese culture, geography, history, literature, and its modern life. At the second year, I was allowed to choose one specification: culture, business, broadcasting, or education. I chose education because I like teaching, as well as to like children and socialize with them.
For the past two years, I have gained knowledge on teaching, psychology, vocabularies, pronunciation, and methodology for teaching children up to adults. For my semester exam, my lecturer requested the students to have a demo teaching. One student would be a teacher and the rest would be students. Each person would be given different roles. For example, when it was time my turn to teach children, my friends pretending to be my students asked my permission to go to the toilet. As a teacher, I had to accompany them and leave the classroom. When it happened, the students became noisy. It was such a hilarious moment.
While studying, I was also the 2016 Buddy coordinator for 2 years. In the Mandarin department, I learned how to be a coordinator for several projects. At the World Hakka Conference in 2013, I was the usher. Within 2013-2015, I taught Mandarin for children up to senior high students, both from state schools or even international school, in a course institution. I am so happy I taught there because my students showed good achievement.
After 3,5 years, I started to write my thesis. The topic was “The role of Sam Po Kong temple to maintain harmony between the Muslims and the Confucians.” I observed for two weeks at Sam Po Kong temple, Semarang and 35 temple visitors. In 19 August, I was officially passed my thesis exam.
Then, I tried to find a job. Beyond my expectation, many companies and institutions need a staff who can speak Mandarin as a translator, GRO, teacher, secretary, and others. Finally, I teach at Ricci 1. On October 1, one of my students joined a Mandarin speech competition and he got the first place. I am so proud of him.
From these experiences, I realize how important Mandarin as a language. Many companies need somebody with Mandarin qualification. Many schools provide Mandarin curriculum to be learned. I am so lucky to be able to study Mandarin at SMA Harapan Bangsa. If I studied at a state high school without any daily Mandarin lesson, I would have not liked this Mandarin subject.
Thank you.[:zh]您好!介绍我自己一下。我是Kris Panggraita,中文名字叫陈霄嬅。我出生在雅加达,1992年04 月15日。2009到2011年我在民望学校读书了。初次进高级中学,汉语一点也不懂。想一想在这学校每天都学习中文,就有困难的感觉。
进学校了,原来在这里有中文程度的班。想过了,我当然在最低的水平。我的话应验了,我在丙等(Level C)学习汉语。一年后,我是全班第一,就 进乙等到我毕业了。
在民望学校毕业了,我在建国大学学习中文系。我选中文系因为在学校每天都学习汉语,我成喜欢汉语了。我在大学学习汉语基本,比如是语法、听力、口语、阅读、写作等。也学习中国文化、地理、历史、文学、现代汉语等。在第二年,我们都可以选择一个主修学习:文化、业务、广播或教学。我选教学了因为我喜欢教书,喜欢小孩子与跟学生交流。
两年得到了教学的知识,学心理学、词汇、语音与怎么教书孩子到老人。在一节课程,在课时与期末考试老师让我们在前面教书。一个人当老师,其他当学生们。各人有别的教书规定,比如: 我在幼教讲汉语,其他的同学们当幼儿。在课时真的很可笑,有同学假装要去上厕所,所以老师必须陪他然后急忙回教堂。回教堂了,我们假装幼儿,看老师离开教堂,我们就喧闹。全班真的很可笑!
当大学生时,我一年当Buddy Coordinator 2016,两年在中文系学生会当协调员配合一些顶目。在World Hakka Conference 2013 当招待员。2013到2015年在补习班当中文老师,在这里我教过幼儿到高中学生,国立学校到国际学校。我在这教过真的很高兴因为我的学生们都总是得到了很好的成绩。
三年半时,我做我的论文了。我的题目是《三保洞寺对伊斯兰教教徒与儒教教徒之间的和谐所起的作用》。两星期在三保洞寺,三宝垄观察了。大概有三十五的游客访问了。在8月19日我的论文及格了。
从那时候,我开始找一找了工作。不出所料,有很多公司需要中文人员工,当翻译、GRO、老师、秘书等。终于我现在在Ricci 1 学校教书。10月1日我将一个学生参加汉语演说比赛,他赢得胜利了,夺得冠军。我为青年学生的成就感到骄傲。
从我经验,我现在才知道了中文是重要的语言。有很多公司需要人谁可以讲中文,在雅加达很多学校有中文课。我高中在民望学校感到很幸运。如果我高中在国立学校每天都没有学习汉语,没有感兴趣进入中文系。谢谢您![:id]Hello, perkenankan saya untuk memperkenalkan diri. Nama saya Kris Panggraitan, nama mandarin saya Chen Xiao Hua. Saya lahir di Jakarta pada tanggal 15 April 1992. Pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2011 saya bersekolah di Sekolah Harapan Bangsa. Pada saat masuk SMA saya sama sekali tidak bisa berhasa mandarin. Kalau dipiki-pikir, sekolah ini setiap hari harus belajar bahasa mandarin rasanya sulit sekali.
Setelah masuk sekolah, ternyata di sini adalah pembagian jenjang untuk kelas mandarin. Saya pasti di jenjang yang paling rendah. Setelah hasil tes, jenjang mandarin saya berada di level C. Satu tahun kemudian, saya mendapatkan peringkat terbaik di kelas, sampai saya tamat sekolah.
Setelah tamat dari Sekolah Harapan Bangsa, saya kuliah di Universitas Bina Nusantara jurusan mandarin. Saya memilih jurusan mandarin karena sewaktu di sekolah, saya selalu belajar mandarin setiap hari yang akhirnya membuat saya menyukai bahasa mandarin. Di perkuliahan saya belajar bahasa mandarin dasar, seperti tata bahasa, kemampuan mendengar, komunikasi verbal, membaca, mengarang dll. Disamping itu juga mempelajari kebudayaan Tiongkok, geografi, sejarah, kesusasteraan, bahasa mandarin modern, dll. Pada saat tahun kedua, kami boleh memilih salah satu jurusan: kebudayaan, bisnis, penyiaran ataupun pendidikan. Saya memilih jurusan pendidikan karena saya suka mengajar, menyukai anak kecil dan bersosialisai dengan murid-murid.
Selama dua tahun ini saya telah mendapatkan pengetahuan tentang mengajar, mempelajari ilmu psikologi, kosa kata, pelafalan serta tata cara mengajar anak-anak sampai dewasa. Pada menghadapi ujian semester, dosen meminta kami untuk mengajar di depan ke kelas. Dimana satu orang bertugas menjadi guru, dan yang lainnya menjadi murid. Masing-masing orang diberikan peran yang berbeda-beda, misalnya: Saya mengajar bahasa mandarin kepada anak kecil, maka teman-teman yang lain berpura-pura menjadi murid saya. Dan pada saat mengajar, ada murid yang berpura-pura mau pergi ke toilet, karena itu guru harus mendampingi dia dan kemudian buru-buru masuk kembali ke ruang kelas. Dan pada saat guru meninggalkan kelas, kami pun menjadi ribut. Sungguh kejadian yang mengundang gelak tawa seluruh kelas.
Pada saat menjadi mahasiswa, saya menjabat sebagai “Buddy Coordinator 2016”, selama 2 tahun di jurusan bahasa mandarin ini saya belajar bagaimana menjadi coordinator beberapa jenis projek. Di “World Hakka Conference 2013” saya menjadi penyambut tamu. Pada tahun 2013 sampai dengan tahun 2015, saya mengajar bahasa mandarin di Kursus bahasa, dan di sini saya pernah mengajar mulai dari anak-anak kecil sampai dengan murid jenjang SMA, baik dari sekolah negeri maupun sekolah internasional. Saya sungguh bahagia pernah mengajar di sini, karena murid-murid saya selalu mendapatkan prestasi yang bagus.
Setelah 3 setengah tahun, saya mulai menyusun skripsi saya. Tema yang saya angkat adalah “Peran Kelenteng Sam Po Kong dalam keharmonisan antara pengikut muslim dengan pengikut konghucu”. Saya melakukan observasi selama 2 minggu di kelenteng Sam Po Kong , Semarang. Dan sudah mengadakan wawancara kepada sekitar 35 pengunjung yang datang mengunjungi kelenteng ini. Dan pada tanggal 19 Agustus, saya lulus ujian meja hijau.
Sejak saat itu saya sudah mulai mencari pekerjaan. Sungguh tidak terduga, banyak perusahaan yang membutuhkan staff yang bisa berbahasa mandarin, baik sebagai penerjemah, GRO, guru, sekretaris, dan lain sebagainya. Akhirnya saya mengajar di Sekolah Ricci 1. Pada tanggal 1 Oktober saya mengikut sertakan salah satu orang murid saya untuk mengikuti kompetisi pidato bahasa mandarin, dan dia mendapatkan peringkat pertama. Dan saya merasa bangga atas prestasi yang dicapainya.
Dari pengalaman yang saya dapat selama ini, saya baru menyadari betapa pentingnya bahasa mandarin ini. Banyak perusahaan yang membutuhkan staff yang bisa berbahasa mandarin, dan di Jakarta juga banyak sekolah yang mempunyai pelajaran bahasa mandarin. Saya sungguh beruntung bisa menimba ilmu di Sekolah Harapan Bangsa pada saat SMA. Jika pada saat itu saya masih di sekolah negeri pasti saya tidak bisa mempelajari bahasa mandarin setiap harinya, dan pasti tidak berminat untuk memilih jurusan bahasa mandarin.
Terima kasih.[:]
WhatsApp us