

Bulan Desember yang lalu, beberapa siswa SHB Cambridge mengikuti kegiatan Kemah Musim Dingin di Tiongkok. Secara keseluruhan ada sebanyak 31 orang siswa SHB yang mengikuti kegiatan ini. Kota tujuan dari kegiatan Kemah musim dingin kali ini adalah Propinsi Henan. Kami berkeliling ke seluruh propinsi Henan, mengunjungi kota Luo Yang, Zheng Zhou dan sebagainya. Kemah musim dingin yang menyenangkan ini memakan waktu 10 hari penuh.
Hari pertama setibanya di sana, kami menghadiri upacara pembukaan di Central Business District. Selain itu, pihak panitia juga mengundang beberapa orang guru untuk memperkenalkan sejarah dan kebudayaan Propinsi Henan kepada kami. Sungguh sebuah kehormatan bisa mengetahui bahwa ternyata Propinsi Henan merupakan salah satu propinsi di Tiongkok yang mempunyai marga terbanyak di Tiongkok. Selain itu di tempat ini kami juga bisa melihat bunga peony. Di waktu yang bersamaan, mereka juga mengajari kita bahasa-bahasa mandarin sederhana untuk memudahkan kami selama berada di Henan. Dalam beberapa hari berikutnya, kami mempelajari pengetahuan yang menarik, seperti : mempelajari pengobatan tradisional Tiongkok di beberapa universitas terkenal, seni menggunting kertas, opera, kaligrafi, wushu dan sebagainya. Kami juga megunjungi beberapa tempat wisata yang menarik seperti: kota kelahiran Kaisar masa lalu, kuil Shaolin, Akademi Songyang ( akademi ini merupakan salah satu dari empat universitas tertua), dan beberapa museum.
Tempat yang paling saya sukai adalah sebuah kota tua yang kecil. Di sini ada banyak sekali toko-toko kecil untuk kami berbelanja. Selain itu juga banyak wahana yang menarik, yang kelihatannya seperti taman hiburan yang kecil skalanya. Akhirnya, di dalam kota kami bisa menyaksikan pertunjukkan opera, percetakan tradisional dan kaligrafi Tiongkok.
Di hari terakhir perjalanan ini, kami menghadiri upacara penutupan. Kami membawakan lagu dan puisi yang kami pelajari dalam beberapa hari terakhir. Bahkan kami mempersembahkan lagu kemah musim dingin yang berjudul “Pewaris Naga”. Lagu ini menceritakan bahwa kami sebenarnya mempunyai garis keturunan Tiongkok, yang membuat kami sedikit bingung atas hal ini.
Secara keseluruhan, kami benar-benar menikmati perjalanan kemah musim dingin ini. Saya pergi ke tempat yang saya pikir tidak akan pernah saya kunjungi, berteman dengan siswa SHB yang lainnya dan mempelajari sesuatu yang menarik.
Phylisse (CS-4)

WhatsApp us