

Belakangan ini, siswa Cambridge kembali menempatkan 2 tenis meja di tempatnya yang semula. Ini karena pada saat pertemuan pagi, Ibu Silvana Hermosa selaku Kepala Sekolah Cambridge bertanya kepada para siswa apakah mereka masih membutuhkan tenis meja atau tidak. Tentu saja dengan serentak semua menjawab “ Iya”.
Sejak itu, tenis meja selalu dipenuhi oleh para siswa. Hampir setiap hari, banyak sekali siswa yang bermain tenis meja. Baik pada saat pagi hari sebelum kelas dimulai, pada saat istirahat, jam makan siang ataupun jam pulang sekolah, selalu banyak orang yang bermain tenis meja.
Yang menarik adalah, ada beberapa orang guru yang bertanding dengan para siswa, bahkan menguasai meja tersebut. Pak Mutamar, Likai laoshi, dan lain-lain bermain tenis meja bersama dengan para siswa. Mereka memutar pingpong, memukul dengan keras dan menampilkan permainan yang menarik.
Selain itu, banyak orang yang beranggapan bahwa orang dari Tiongkok pasti lihai dalam bermain tenis meja. Tetapi, siswa sekolah kami yang mampu bermain tenis meja dengan baik bukanlah dari Tiongkok. Ini memberitahu kita bahwa kita seharusnya tidak memiliki stereotip tentang seseorang.
Namun sungguh disayangkan, karena hujan yang deras beberapa waktu yang lalu menyebabkan kerusakan di atap sekolah, sehingga air membanjiri lobi. Sehingga untuk menjaga agar tenis meja tidak mengalami kerusakan, kami menyimpannya kembali ke ruang penyimpanan.
Sampai dengan sekarang, kami belum mengeluarkan meja pingpong tersebut. Karena minggu depan kita sudah harus menghadapi ujian mid term 2. Saya juga berharap agar kita semua belajar dengan giat untuk memperoleh nilai yang baik. Dengan demikian, kita bisa dengan segera mengeluarkan meja tersebut.
WhatsApp us