Ada satu perusahaan di Amerika Serikat (AS) yang valuasinya 2,5 kali lipat dibandingkan nilai ekonomi (Gross Domestic Product) Indonesia. Sebagai perbandingan nilai ekonomi Indonesia saat ini adalah 1,37 T USD sedangkan perusahaan ini bernilai 3,5 T USD. Perusahaan ini sekaligus dinobatkan sebagai perusahaan paling bernilai di planet Bumi saat ini. Perusahaan tersebut adalah NVDIA Corporation. Perusahaan ini mengembangkan data center untuk melayani perkembangan masif penggunaan kecerdasan buatan pada berbagai perusahaan teknologi di AS. Tidak mengherankan jika profit NVDIA tumbuh eksplosif.
Banyak dari kita sudah mulai terbiasa menggunakan kecerdasan buatan dalam kegiatan sehari-hari. Siswa menggunakan virtual assistance dari perusahaan yang bernama Open AI yaitu Chat GPT untuk membantu kegiatan belajarnya. Guru setali tiga uang. Mereka menggunakan Chat GPT untuk memperdalam penguasaan materi untuk kegiatan pembelajaran. Pertanyaannya kemudian apakah kecerdasan buatan yang notabene adalah mesin akan menggantikan peran manusia pada masa depan? Apakah perusahaan-perusahaan pada masa depan lebih memilih menggunakan mesin dengan kecerdasan buatan dari pada mempekerjakan manusia sebagai karyawannya?
Howard Gardner sebagai pencetus teori kecerdasan majemuk mengemukakan bahwa manusia dianugerahi Tuhan dengan delapan kecerdasan, yaitu kecerdasan musikal, naturalis, linguistik, interpersonal, intrapersonal, visual spasial, logika matematika, dan kinestetik. Orang dengan kecerdasan musikal akan mudah menghafal lirik lagu bahkan membuat lagu beserta aransemennya. Musisi sudah pasti menonjol dengan jenis kecerdasan ini. Orang dengan kecerdasan naturalis suka melakukan aktivitas di alam bebas. Mereka sangat peduli terhadap konservasi lingkungan lebih-lebih terhadap perubahan iklim saat ini. Ciri dari orang dengan kecerdasan linguistik adalah mudah mempelajari bahasa bahkan mereka bisa menguasai beberapa bahasa asing. Mereka adalah tipe manusia yang efektif dalam penggunaan bahasa. Kecerdasan interpersonal dimiliki oleh para pemasar handal dan para pemimpin organisasi. Orang dengan kecerdasan ini akan mudah akrab dengan orang yang baru dikenalnya. Mereka sangat bisa memperlakukan orang lain dengan sangat manusiawi. Sedangkan orang dengan kecerdasan intrapersonal memiliki pemahaman yang sangat baik terhadap diri sendiri. Mengetahui berbagai kelebihan sekaligus kekurangannya. Orang dengan kecerdasan ini akan mudah berdamai dengan dirinya sendiri.
Para arsitek, designer interior, dan pilot dianugerahi kecerdasan visual spasial. Mungkin banyak dari kita yang sudah memakai aplikasi Google Map untuk membantu dalam perjalanan tetapi masih tetap kesasar. Berarti kita kurang dianugerahi dengan tipe kecerdasan ini. Kecerdasan secara umum disebut sebagai kecerdasan logika matematika. Mereka dengan kecerdasan ini sangat menikmati bekerja yang melibatkan angka. Akuntan, analis kredit, dan bankir merupakan contoh orang dengan kecerdasan ini. Mereka bisa membaca pola dari data yang berupa angka-angka untuk mengambil kesimpulan. Para atlit dan aktor maupun artis dianugerahi kecerdasan kinestetik.
Sekolah Harapan Bangsa merancang kurikulum pendidikannya untuk mengembangkan kecerdasan majemuk siswa. Tidak cukup hanya menerapkan Kurikulum Merdeka tetapi juga mengadopsi Kurikulum Cambridge dalam kegiatan pembelajarannya. Ditambah dengan pembelajaran Bahasa Mandarin. Sekolah juga merancang acara-acara seperti Live-in, perayaan hari besar setiap agama, Shb Festival dan masih banyak lagi. Siswa juga diberikan wadah untuk aktif dalam kegiatan berorganisasi seperti OSIS. Mereka diwajibkan juga untuk mengikuti ekstrakurikuler sesuai pilihannya. Semuanya itu ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan majemuk siswa.
Setiap orang pasti memiliki satu atau lebih kecerdasan majemuk. Artinya setiap orang memiliki jalannya untuk meraih kesuksesan. Ada orang yang kurang dalam kecerdasan logika matematika tetapi menonjol dalam kecerdasan interpersonal sehingga sukses dalam dunia penjualan. Yang perlu dilakukan oleh para siswa adalah mencari dan mengembangkan kecerdasan-kecerdasan yang dimilikinya sehingga akan meraih kesusksesannya. Artificial intelligence tidak akan bisa mengganti sepenuhnya peran manusia di masa depan tetapi akan membantu manusia dalam mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di masa depan. Artificial intelligence akan berdampingan dengan manusia hidup di masa depan dengan meringankan pekerjaan-pekerjaan mereka. Perusahaan dan manusia dengan kemampuan untuk secara optimal memanfaatkan artificial intelligence akan tetap eksis dan sukses pada masa depan. Manusia memiliki perasaan sekaligus pertimbangan moral dan etika dalam mengatasi setiap permasalahan sedangkan mesin dengan artificial intelligence tidak.
Tangerang Selatan, 12 November 2024
Penulis
Deky Suprianto
WhatsApp us