[:en]
On Thursday Febuari 18 2016, all students of Junior-Senior-Cambridge Harapan Bangsa Modernhill went to Taman Mini Indonesia Indah to visit Hakka Museum. This museum introduces communal buildings, prominent Yongding figures and their social activities. In this museum we can also learn about Chinese herbs and their benefits.
Hakka museum is divided into three parts; Indonesian Chinese Museum, Indonesian Hakka Museum and Indonesian Yongding museum. Located in second floor, the Indonesian Chinese Museum comprises of 7 rooms. The first room tells us about the history of Chinese arrival in Indonesia. The second room displays photo describing the lives and occupations of the Chinese during the colonial era. The third room is full of pictures that documented the Indonesian Chinese contributions to our nation. The fourth room gives us explanation about Chinese people in Aceh, Kalimantan Barat, Tangerang, Bangka-Belitung. The fifth room is all about Tjong Yong Hian and Tjong Yao Hian brothers and history of Princess Kang Cin Wei in Bali, etc. The Sixth room exhibits Chinese opera, Puppets and Gambang Kromong. The Seventh room tells us about Chinese people ‘s role in the film industry, batik costume and cuisine.
After visiting the museum we acknowledged that Yongding Hakka people take up a large of the Hakka population in Indonesia. Their ancestors lived in Tulou that is located in the mountainous lands of Yongding Fujian. The museum itself is modelled after one of the indigenous Tulou known as the “Zheng Cheng Lou’.
[:zh]
周四二月十八日Modernhill民望学校去TMII参观印尼客家博物馆。本展厅介绍客家土楼,永定名人及他们所做的福利活动。在这儿我们也可以看到永定人药材店用的器具及一些中草药样品。
印尼客家博物馆有三个展厅组成,即印尼华人历史展厅,印尼客家人文展厅和印尼永定客家人文展厅。
二楼的印尼华人历史展厅有七个展示间:
第一展示间叙述华人下南洋的历史。
第二展示间展示旧时华人行业的照片。
第三展示间展示对印尼国家民族有贡献的华人肖像。
第四展示间记载亚齐,西加,丹格冷,邦加,勿里洞等地华人的历史。
第五展示间讲述棉兰张榕轩张耀轩昆仲的历史,峇厘岛华人公主江金花的故事及其他。
第六展示间叙述华人对印尼戏剧,布袋戏,皮影戏,丹格冷乐团的影响。
第七展示间讲述华人对印尼影视业,巴泽布,美食方面等等的贡献。
参观客家物院的时间虽短,但留给我们全体同学的印象很深。大家开阔了眼界,收获了知识。希望今后有更多地参加这类有意义的社会实践活动。
[:id]
Pada hari Kamis, 18 Febuari 2016, seluruh siswa dari SMP-SMA-Cambridge Harapan Bangsa Modernhill pergi ke TMII untuk mengunjungi Museum Hakka Indonesia. Museum ini menceritakan secara detil tentang bangunan Tulou, tokoh-tokoh ternama Yongding dan kegiatan sosialnya. Di museum ini kami juga dapat belajar tentang obat-obat herbal Tiongkok dan manfaatnya bagi kesehatan.
Museum Hakka terbagi menjadi tiga bagian; Museum Tionghoa Indonesia, Museum Hakka Indonesia, dan Museum Yongding Hakka Indonesia. Terletak di lantai dua, Museum Tionghoa Indonesia terdiri dari tujuh ruangan. Ruang pertama menceritakan tentang kedatangan orang Tionghoa di Indonesia. Ruang kedua memajang berbagai foto yang menceritakan kehidupan dan pekerjaan orang-orang Tionghoa pada era penjajahan. Ruang ketiga penuh dengan foto yang mendokumentasikan kontribusi orang-orang Tionghoa untuk negara kita. Ruang keempat menjelaskan tentang orang Tionghoa di Aceh, Kalimantan barat, Tangerang, Bangka-Belitung. Ruang kelima adalah ruangan khusus tentang Tjong bersaudara dari Medan dan Putri Kang Cin Wei dari Bali. Ruang keenam memamerkan opera Tionghoa, Wayang Kulit dan Gambang Kromong. Ruang ketujuh menceritakan tentang peranan orang-orang Tionghoa dalam industri perfilman, batik dan kuliner.
Setelah mengunjungi museum ini, kami belajar bahwa orang Hakka Yongding Indonesia tidak sedikit jumlahnya . Leluhur mereka tinggal di bangunan bundar yang disebut Tulou di pegunungan Fujian. Museum Hakka Indonesia sendiri merupakan replika dari bangunan mereka yang disebut ‘Zheng Cheng Lou’.
[:]
WhatsApp us