[:en]Being an entrepreneur is a promising career choice for students’ future. As stated in various reports, Indonesia needs more entrepreneurs to avoid middle-income trap country. Many experts say a country needs at least 2% of its population in order to be a developed country. Indonesia as a developing country needs more innovative entrepreneurs to be a developed country and high income country as well.
Social enterprise has attracted attention many people in recent years. It focuses not only to sustainable development for company itself but also it cares to people and environment. It takes sufficient profit and returns back most of its profit to society. It hires unlucky people such as disable person. It provides good product for its customers. For instance, it benefits all stakeholders.
Consider to these circumstances students of Sekolah Harapan Bangsa need to understand well about social enterprise. They need a practice as well during their study. “Entrepreneurship Day” facilitates Junior High School and Cambridge students to apply social enterprise by creating a business and doing a bazaar to their peers. “Business Day” facilitates Senior High School and Cambridge students to simulate their business plan. The theme of this event is ‘Creating Social Enterprises’.
This event was conducted on 14th December 2016 by inviting parent as guess speaker and keynote speakers. Ibu Ellen Hendjan as parents’ representative who owns “Gubuk Sawangan Resto” shared about how to run restaurant business. The first keynote speaker was a lecturer from IPMI International Business School. He is Ardo Ryan Dwitanto. He shared about how to build wealth since young age. The second keynote speaker was Reginald Indarsin. He runs training institution and IT solutions and app developer. Mostly he shared to audiences about his experiences running his own business. Both students and teachers were very enthusiastic by asking many questions.
High school and CS4 students simulated their business plan. Barbershop was 10 graders business simulation. App developer, café and auction house were 11, 12 and CS4 graders business simulation respectively. Each business has different social mission which benefits all stakeholders.
[:zh]成为一名商业家,对学生来说是一个有前途的职业。如各种报告所述,印尼需要更多的商业家,为了避免中等收入陷阱国家。很多专家说,一个国家需要最少2%的人民成为商业家才能成为发达的国家。印尼作为发展中的国家,需要更多创新型的商业家才能成为发达并高收入的国家。
近年,社会企业已经吸引了许多人的注意。因为该企业不仅关注于本公司的可待续发展,但是也关注于社交及环境。该企业的利润也较高,并把利润返还给社会。企业也雇佣了那些不幸的人物,如:残废人。也为顾客提供了良好产品。使所有的股东在很多的时间都已经能获得利润了。
考虑到此方面,民望学校的学生需要深入地了解有关社会的企业。他们需要边学边实习。通过本次的“商务日”民望学校的初高中生以及剑桥的学生能够运用社会企业实现在创造新的商业并为他们的同学举办义卖会。通过本次的“商务日”也希望初高中生及剑桥生能够模拟他们的商业计划。本次的商务日主题为“创造社会企业”
该活动举办于2016年12月14日(星期三),邀请了家长们成为本活动的讲师。Ellen Hendjan成为学生的家长代表分享了营运餐厅业务。她是“Gubuk Sawangan”餐厅的业主。除了家长之外,还有关键讲师,来自国际商务学院(英文:International Business School)。讲师名叫Ardo Ryan Dwitanto。他分享了如何在少年时期树立财富。第二个的关键讲师是Reginald Indarsin.他拥有一家培训中心并信息技术顾问及应用程序开发商。他对观众分享了他的经历,如何营运他自己的企业。老师及学生们都很积极地参加本讲座,大家也提出了很多的疑问。
高中生及剑桥中学四年级的学生模拟了他们的商务计划。第十年级的学生模拟了理发店业务。第十一年级,第十二年级以及剑桥中学四年级的学生模拟了应用程序开发的业务。个业务都有它自己不同的社会任务,全部都是对股东有益处的业务。
[:id]Menjadi seorang pengusaha merupakan sebuah karir yang menjanjikan bagi para siswa di masa depan. Seperti yang dinyatakan di banyak pemberitaan, Indonesia membutuhkan lebih banyak pengusaha Indonesia untuk menghindari jebakan sebagai negara berkembang. Banyak ahli yang menyatakan sebuah negara membutuhkan setidaknya 2% dari populasi penduduknya untuk menjadi pengusaha agar dapat dinyatakan sebagai negara berkembang. Indonesia membutuhkan pengusaha – pengusaha yang lebih inovatif agar bisa dinyatakan sebagai negara yang berkembang ataupun negara dengan pendapatan yang tinggi.
Social enterprise atau kondisi perusahaan yang berfokus pada sisi sosial, telah menarik perhatian banyak orang dalam beberapa tahun terakhir. Mereka tidak hanya berfokus bagi keberlangsungan perusahaan itu saja, namun juga mereka juga peduli terhadap orang banyak dan lingkungan. Mereka mengambil cukup keuntungan dan memberikan sebagian besar keuntungannya tersebut kembali kepada masyarakat. Hal itu dilakukan dengan cara memperkerjakan orang – orang yang kurang beruntung seperti orang – orang memiliki kekurangan kelengkapan tubuh. Dan tidak saja menyediakan produk yang baik untuk konsumen mereka. Sebagai contoh, mereka juga memberikan pendapatan atau menguntungkan seluruh pekerja mereka.
Mempertimbangkan keadaan tersebut, para siswa dari Sekolah Harapan Bangsa perlu memahami benar yang dimaksud dengan social enterprise. Mereka juga perlu dilatih akan hal tersebut dalam pelajaran sehari – hari. Kegiatan “Entrepreneurship Day” memfasilitasi siswa-siswa SMP dan Cambridge untuk mulai menerapkan social enterprise dengan membuat suatu usaha atau bazar kepada teman – teman mereka. Di samping itu, terdapat pula kegiatan “Business Day” yang akan memfasilitasi siswa-siswa SMA dan Cambridge untuk mesimulasikan rencana usaha mereka. Tema yang diangkat kali ini adalah ‘Creating Social Enterprises’.
Acara “Entrepreneurship and Business Day” diadakan pada tanggal 14 Desember 2016 dengan mengundang beberapa orang tua siswa sebagai pembicara. Ibu Ellen Hendjan sebagai perwakilan orang tua siswa yang juga memiliki restoran Gubuk Sawangan, berbagi pengalaman tentang bagaimana menjalankan usaha restoran. Pembicara kunci yang pertama merupakan dosen dari IPMI International Business School. Beliau adalah Ardo Ryan Dwitanto yang berbagi tentang bagaimana cara membangun kekayaan dari usia belia. Pembicara kunci yang kedua adalah Reginald Indarsin. Beliau menjalankan insitusi pelatihan dan solusi dibidang teknologi informasi, juga app developer. Beliau kebanyakan berbagi terkait pengalamannya menjalankan usahanya. Baik para siswa, maupun guru – guru sangat antusias yang ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan.
Siswa-siswa SMA dan Cambridge CS4 menstimulasikan rencana bisnis mereka. Usaha barbershop atau potong rambut merupakan rencana usaha kelas 10. Sedangkan kelas 11, 12, dan CS4 secara berturut – turut merencanakan usaha app developer, café and auction house. Setiap usaha memiliki misi sosial yang berbeda yang bisa menguntungkan seluruh pelaku usahanya.
[:]
WhatsApp us