[:en]On Wednesday, 28 March 2018 Sekolah Harapan Bangsa Modernhill held a recollection event for junior and senior high students. The annual day of recollection was designed to address the spiritual and emotional concerns particular of students. Given increasing level of independence, the theme for this year recollection was ‘building a dynamic, creative and responsible characters’. The events was divided based on students religion, Healing movement camp (Catholic and Christian), Pesantren Kilat (Moslem) and Dharma Class (Buddhist). The activity was participated by 73 Catholic and Christian students, 54 Moslems student and 17 Buddhist students with total 144 students. In collaborative with Yayasan Terang Bagi Indonesia, the recollection ran from 08:00 AM to 2.30 PM. This recollection encouraged participants to reflect about things they could be thankful for in events in their childhood and adolescence, reminded them about the value of prayer as a life skill and motivated them to become an upright person in all aspects academically, socially, morally and spiritually. The activity also taught them to be concerned not only as their fellow human beings but also as God’s creations as well.
The activity was divided into three sessions. In Healing Movement Camp. The activities included ice breaking, lectures, discussions and prayers. The opening session of ‘open heart’ and introduction were led by Pdm. Khristianto then followed by first session. On the first session, the students did alter call and followed by second session ‘inner heart’ that was led by Pdp. Christian Tamtama Apituley. After lunch, the last session was self image, alter call and closing prayer which was led by Pdm. Taufan Tanio.
In Pesantren Kilat (Moslem), The opening was started with prayed Dhuha then continued with Tausiah (preach) by Ustad Johan, M. Ag. The next session was the reading and study of Al-Quran and followed with sharing session. The reading and study Al-Quran was aimed to guide students to know and understand of reading and the meaning of Surah Al-Ikhlas well. After lunch break, the afternoon session was Tausiah competition, the students was divided into 10 groups and the representative of the group presented their Tausiah (preach) with the theme of creating a dynamic, confidence and responsible character . The competition was won by group 9 Adrian Wensen, Ryan, Amar, Maulana, Rafi and Fernando. The group was represented by Rafi as a speaker.
In Dharma class (Buddhist), students were invited to join Dhammadesana by Mr. Suyanto as a speaker. On the next session, the students enthusiastically participated in Buddhist quiz, and the last sessions, the participants actively involved in crossword puzzle and then followed with Paritta reading and meditation. Before the activity ends, the student reflects the sessions and activities of the day, and so as with a closing prayer.
All programs and activities settled and the students were enthusiastically and overjoyed to finish the recollection.[:zh]于2018年3月28日(星期三),现代山庄民望学校为初高中生举办反省活动。今年的反省活动目的是为学生解决精神及情绪方面的问题。因为学生的独立性已经增强了,所以今年的反省活动主题为“建立一个充满活力,创造性和负责任的人物”。本活根据学生的信仰分配了几项活动。治疗动态营(天主教及基督教徒的学生),伊斯兰传统教育班(穆斯林教徒的学生),达摩班(佛教徒学生)。参加本活动的学生73名是来自天主教及基督教徒的学生,54名是来自穆斯林教徒的学生,17名来之佛教徒的学生,总共有144名的参与者。本反省活动是与Terang Bagi Indonesia基金会一起举办的活动。反省活动开始于上午8点钟及凌晨2点半。反省活动的目的是要推动参与者反思他们在儿童时期及青少年时期可感恩的事情,提醒他们要把祷告的价值观成为生活中的技能,推动他们在每个领域,无论在学术,社会,道德,精神方面都要成为诚实的人。本活动不仅教导他们要互相对人们关怀,同时也要为上帝所创造的事物做同样的行动。
本活动分为三个阶段。在治疗动态营,大家一起参加开幕活动,讲座,讨论会及祷告。开幕的讲座由Kristianto牧师为学生讲有关“尚开的心”。之后大家一起参加“尚开的心”的节目。第二阶段大家一起参加“内心”的节目,由Christian Tamtama Apituley牧师来主持。午餐后,下午的节目是有关自我形象,祭坛召唤以及闭幕祈祷,由Taufan Tanio牧师主持。
伊斯兰传统教育班开始的时候大家一起祷告。之后由Johan M.Ag讲师演讲。接下来一起阅读并学习古兰经以及分享时间。阅读并学习古兰经的目的是要引导学生了解并如何阅读Al Ikhlas经文。午餐后,一起参加演讲比赛,学生被分为10个小组。每小组的代表演讲有关塑造充满活力,自信并有责任感的人物。比赛获胜者来自第9小组的学生,队伍包括Adrian Wensen, Ryan, Amar, Maulana, Rafi 及Fernando。演讲比赛进行的时候由Rafi同学成为队伍的代表。
在佛教徒的达摩班,学生参加Suyanto讲师的讲座。接下来,学生很积极的参加佛教游戏比赛。最后,学生们很积极的参加填字游戏,念佛经及沉思。活动结束,学生回顾他们一整天的活动后一起闭幕祷告。
所有的节目及活动圆满的举行,所有的学生都很积极并开心地能够完成本次的反省活动。[:id]Pada hari Rabu, 28 Maret 2018 Sekolah Harapan Bangsa mengadakan acara rekoleksi untuk siswa-siswi SMP dan SMA. Rekoleksi tahunan dirancang untuk mengatasi masalah spiritual dan emosional siswa. Dengan meningkatnya tingkat kemandirian, tema untuk rekoleksi tahun ini adalah ‘membangun karakter yang dinamis, kreatif, dan bertanggung jawab'. Acara ini dibagi berdasarkan agama siswa-siswi, Healing Movement Camp (Katolik dan Kristen), Pesantren Kilat (Muslim) dan Kelas Dharma (Budha). Kegiatan ini diikuti oleh 73 siswa-siswi Katolik dan Kristen, 54 siswa-siswi Muslim dan 17 siswa-siswi Budha dengan total 144 siswa. Bekerja sama dengan Yayasan Terang Bagi Indonesia, rekoleksi berjalan dari jam 8 pagi hingga 02.30 siang. Acara rekoleksi ini bertujuan mendorong para peserta untuk merenungkan hal-hal yang dapat mereka syukuri dalam berbagai peristiwa di masa kecil dan masa remaja mereka, mengingatkan mereka tentang nilai doa sebagai kecakapan hidup dan memotivasi mereka untuk menjadi orang yang jujur di semua aspek akademis, sosial, moral dan secara rohani. Kegiatan itu juga mengajarkan mereka untuk tidak hanya peduli sesama manusia tetapi juga untuk ciptaan Tuhan yang lain juga.
Kegiatan ini dibagi menjadi tiga sesi. Di Healing Movement Camp, kegiatan awal , ceramah, diskusi, dan doa. Sesi pembukaan ‘hati terbuka' dan pendahuluan dipimpin oleh Pdm. Khristianto kemudian diikuti oleh sesi pertama. Pada sesi pertama, para siswa melakukan ‘open heart’ dan diikuti oleh sesi kedua ‘inner heart’ yang dipimpin oleh Pdp. Christian Tamtama Apituley. Setelah makan siang, sesi sore berikutnya adalah citra diri, alter call dan doa penutup yang dipimpin oleh Pdm. Taufan Tanio.
Di Pesantren Kilat, pembukaan dimulai dengan sholat Dhuha berjamaah lalu dilanjutkan dengan Tausiah (khotbah) oleh Ustad Johan, M. Ag. Sesi berikutnya adalah membaca dan mempelajari Al-Quran dan diikuti dengan sesi sharing. Pembacaan dan studi Al-Quran bertujuan untuk membimbing siswa untuk mengetahui dan memahami membaca dan makna Surah Al-Ikhlas dengan baik. Setelah istirahat makan siang, sesi sore adalah kompetisi Tausiah (khotbah), para siswa dibagi menjadi 10 kelompok dan perwakilan dari kelompok mempresentasikan khotbah mereka dengan tema menciptakan karakter yang dinamis, percaya diri dan bertanggung jawab. Kompetisi dimenangkan oleh grup 9 Adrian Wensen, Ryan, Amar, Maulana, Rafi dan Fernando. Kelompok ini diwakili oleh Rafi sebagai pembicara.
Di kelas Dharma (Budha), para siswa diundang untuk bergabung dalam Dhammadesana oleh Bapak Suyanto sebagai pembicara. Pada sesi berikutnya, para siswa dengan antusias berpartisipasi dalam kuis Budha, dan sesi terakhir, para peserta secara aktif terlibat dalam teka-teki silang dan kemudian diikuti dengan pembacaan Paritta dan meditasi. Sebelum kegiatan berakhir, siswa merefleksikan sesi dan kegiatan pada hari itu, dan dilanjutkan dengan doa doa penutup.
Semua program dan kegiatan diselesaikan dan para siswa antusias serta gembira dalam menyelesaikan kegiatan rekoleksi.
[:]
WhatsApp us