Pastry pertama kali diciptakan oleh orang Mesir kuno. Periode klasik Yunani kuno dan Romawi memiliki pastry yang terbuat dari almond, tepung, madu, dan biji-bijian. Pengenalan gula ke dalam masakan Eropa menghasilkan berbagai resep pastry baru di Prancis, Italia, Spanyol, dan Swiss.
Kata “Pastry” berasal dari kata Prancis ‘Patisserie,' yang berarti kue atau proses dan penyajian kue. Istilah “pastry” umumnya digunakan untuk menggambarkan sekelompok kue atau bahkan saat merujuk pada adonan kulit untuk membuat pastry seperti puff pastry.
Ada enam jenis adonan pastry. Pertama adalah puff pastry, adonan pastry ringan dan berlapis-lapis yang terbuat dari adonan laminasi, seperti croissant. Yang kedua adalah shortcrust pastry. Shortcrust pastry adalah adonan gaya Perancis dengan tekstur yang remah, mirip biskuit. Yang ketiga adalah Pate Sucrée (atau sweet shortcrust pastry). Sebagai contoh adalah adonan tart manis. Yang keempat adalah Phyllo (Filo), adonan yang rapuh tanpa ragi yang digunakan untuk membuat pastry seperti baklava dan börek dalam masakan Timur Tengah dan Balkan. Pastry berbasis Filo dibuat dengan melapis banyak lembaran filo yang disikat dengan minyak atau mentega; kemudian pastry dipanggang. Yang kelima adalah flaky pastry, juga dikenal sebagai quick pastry, blitz pastry, atau rough puff. Ini adalah adonan pastry yang ringan dan tipis tanpa ragi, mirip dengan, tetapi berbeda dari, puff pastry. Seringkali disebut quick pastry atau blitz pastry karena waktu persiapannya yang singkat. Yang terakhir adalah choux pastry, yang biasanya berisi krim di dalamnya.
WhatsApp us